Ruwet, Warga Makin di Persulit Adanya Rujukan BPJS

- Redaksi

Minggu, 14 Oktober 2018 - 04:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN,  Cirebon – Sudah satu bulan ini masyarakat diberbagai wilayah yang merobat memakai BPJS harus menelan pil pahit tak kala mengikuti regulasi rujukan pasien yang baru diterapkan, kini pasien rawat Japan mendapatkan rujukan dari Faskes tingkat pertama dirujuk ke RS tipe C terlebih dahulu, pasien tidak bisa langsung meminta rujukan ke RS tipe B, padahal banyak pasien sudah rutin berobat ke Poliklinik RS tipe B.

Baca Juga :  Tidak Ada Paslon Jalur Perseorangan pada Pilwalkot Cirebon 2018 Nanti

Jomplangnya jumlah RS antara 2 (Dua) Wilayah yaitu Cirebon Barat dan Cirebon Timur diungkap oleh salah seorang Tokoh Masyarakat Cirebon yang nota bane adalah Calon Legislator DPR RI dari PDI P.

“Perlu diketahui jika jumlah RS yang ada di Cirebon itu sangat jomplang, karena ada 9 Rumah Sakit (RS) yang di Wilayah Cirebon Barat sedangkan hanya ada 2 Rumah Sakit (RS) yang ada di Wilayah Cirebon Timur, ujarnya kepada rakyatjabarnews.com saat di temui seusai deklarasi kebangsaan di ponpes Assalafiah Lemahabang Cirebon, Sabtu (13/10/2018).

Azis menambahkan kedepan perlu ada pemerataan jumlah Rumah Sakit (RS) tipe C yang ada di Kabupaten Cirebon agar masyarakat yang berada di Wilayah Cirebon Timur tidak perlu di rujuk ke RS tipe C yang berada jauh di Cirebon Barat.

Baca Juga :  Jelang Pilkada, Pemerintah Kota Cirebon Tingkatkan Pelayanan E-KTP

“Saya akan memperjuangkan dalam penataan yang lebih baik dan berpihak kepada masyarakat, selain itu akan meningkatkan jumlah penerima manfaat KIS bagi masyarakat yang membutuhkannya.”

Sekarang ini pasien menumpuk di RS tipe C, perlu ada perimbangan di wilayah barat dan Timur Cirebon,”pungkasnya.(ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Hantavirus Mulai Diwaspadai di Bekasi, Dinkes Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:47 WIB

Hantavirus Mulai Diwaspadai di Bekasi, Dinkes Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Berita Terbaru