Ujang Busthomi, Ajak Masyarakat Untuk Memahami Arti 1 Muharram Tahun Baru Islam

- Redaksi

Senin, 10 September 2018 - 19:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

1440 Hijriah:  Dimulai Ketika Rasulullah Nabi Muhammad SAW Satu Suro atau Satu Muharram

RJN, Cirebon– Apa sih malam satu Suro? Kalau bukan orang Jawa, mungkin tidak mengerti tentang ihwal malam satu Suro ini. Sebenarnya bulan Suro adalah bulan Muharram, yaitu bulan pertama dalam kalender tahun Islam/ atau disebut juga sebagai tahun Hijriah. Satu Suro tahun ini jatuh pada SELASA, 11 SEPTEMBER dalam tahun Masehi. Kita melihat tanggal ini berwarna merah sebagai hari libur nasional. Namun dalam masyarakat Jawa, datangnya bulan ini dirayakan secara khusus.

HM Ujang Busthomi, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat, mengatakan kita pasti pernah mendengar tentang malam Satu Suro. Apa istimewanya malam ini  sehingga istilah malam satu Suro menjadi terkenal? Banyak orang mengkait-kaitkan malam ini sebagasi sesuatu yang berbau mistik. Apalagi telah berulangkali diangkat dalam film layar lebar.

Baca Juga :  STIKes Mahardika Cirebon Gelar Wisuda di Aston Cirebon Hotel

“Misalnya dalam film-film yang dibintangi Suzanna. Di beberapa daerah, ada perayaan yang menyertakan sesajen sehingga malam ini dianggap sebagai malam yang keramat. Entah itu  berhubungan dengan hal-hal ghaib, atau tentang makbulnya hajat seseorang pada malam ini,”ungkapnya kepada rakyatjabarnews.com pada saat di temui di bilangan Padepokan Anti Galau, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Senin (10/9/2018).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sang Ustad menambahkan bahwa orang-orang yang masih percaya dengan kekeramatan ini, melakukan ritual khusus. Ada orang yang melakukan ‘tapa bisu’, yaitu tidak mengeluarkan katakata alias mengunci mulut. Ada pula yang ‘kungkum’. berendam diri di sebuah sungai. Di Yogyakarta, banyak yang tidak tiudur semalam suntuk, tetapi melakukan perenungan sambil berdoa.

“Selain itu ada juga yang menggelar Wayang Kulit yang berisi nasihat. Panyai Parang Tritis dan Parangkusumo penuh dengan pengunjung pada malam satu Suro ini.”

Baca Juga :  Pondasi Jembatan Greged Longsor, Ini kata Pihak PUPR Kabupaten Cirebon

Masih menurut Ujang Bustomi sebenarnya dalam agama Islam, tidak ada perayaan khusus yang bermuatan mistis, karena bisa menimbulkan dosa Syirik dan musyrik. Tahun Hijriah dimulai ketika Rasulullah Nabi Muhammad SAW harus hijrah atau pindah dari Mekkah ke Madinah demi menyelamatkan kaum muslim.

“Saat itu adalah pertamaka kalinya penduduk muslim asli Mekkah harus meninggalkan kota yang dicintainya demi membela kebenaran ajaran Rasulullah.”

Makna hijrah sendiri, bukan hanya perpindahan fisik seseorang ke tempat lain. Makna yang lebih dalam adalah melakukan hijrah dari segala sesuatu yang buruk ke arah yang lebih baik.

Misalnya, meninggalkan sifat-sifat buruk yang ada pada diri kita seperti ketamakan, iri hati, dendam, ambisi, egois dan sebagainya. Sehingga pada tahun yang baru itu, kita menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, Jadi tidak ada perayaan atau ritual khusus, apalagi berhubungan dengan dunia ghaib pada malam satu Suro.

Baca Juga :  Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

“Idealnya adalah pada malam itu kita melaksanakan sholat taubat agar dosa-dosa kita diampuni oleh Allah SWT. Tentu saja jika ingin melek semalam suntuk, isi saja dengan zikir dan shalawat.”

Bukan dengan upacara macam-macam yang tidak masuk akal. Kita justru menambah dosa. Maka, bagi yang merasa dirinya sebagai muslim, jika tidak berusaha menjadi muslim yang lebih baik dari sebelumnya, keimanannya berarti stagnan atau tidak ada perubahan. Jika justru menjadi lebih buruk dari sebelumnya, berarti imannya tergerus oleh hal-hal negatif.

Bagaimana dengan anda? mampukah melakukan hijrah dari sifat-sifat buruk kepada sifay-sifat yang lebih baik? semoga kita selalu mendapat bimbinganNya,”tutupnya. (ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Berita Terbaru