Miris, Mengejar Akreditasi, Puskesmas Harus Rela Bergotong Royong

- Redaksi

Rabu, 25 April 2018 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Publik Cirebon terhentak dengan aksi moral yang dilakukan oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat di lingkungan Komplek Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon pada Selasa (24/4) kemarin. Massa yang berjumlah ratusan orang ini meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon membenahi praktik korupsi yang masif di lingkungan puskesmas se-Kabupaten Cirebon.

Kepala Tata Usaha sekaligus Bendahara Puskesmas Pasaleman Kabupaten Cirebon, Tuti mengatakan, jika informasi korupsi di lingkungan puskesmas tidak seluruhnya benar. Karena, di puskesmas tempat dirinya bertugas tidak melakukan praktik seperti yang dialamatkan, yaitu gratifikasi pada calon karyawan ataupun melakukan pemotongan Jasa Pelayanan (Jaspel) dari setiap karyawan yang bekerja.

Baca Juga :  Keterangannya Berbelit, Oknum Guru Ngaji Bikin Kesal Keluarga Korban Pencabulan

“Kami berusaha Tabayun dengan tuduhan korupsi di lingkungan puskesmas kami, karena di sini kami tidak melakukan pungutan pada karyawan,” jelasnya saat ditemui awak media di Puskesmas Pasaleman Kabupaten Cirebon, Rabu (25/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masih menurut Tuti yang juga berprofesi sebagai bidan ini, bahwa salah satu program dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yaitu Akreditasi Puskesmas. Karena itu, suka atau tidak suka, hal tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sehingga, setiap puskesmas akan berupaya mencari pendanaan, baik itu swadaya dari para karyawan dengan mengadakan rapat persetujuan dari seluruh karyawan.

Baca Juga :  Bayi Laki-Laki Ditemukan di Tempat Sampah, Diduga Dibuang oleh Ibu Kandungnya

“Bahkan dari 3 karyawan yang baru tidak dipungut satu rupiah pun, walaupun dalam menghadapi akreditasi dibutuhkan banyak biaya yang tidak bisa didanai dari DPA,” tuturnya.

Ditambahkan Tuti, jika di tempatnya bekerja belum bisa menerima Jasa Pelayanan non tunai atau transfer ke rekening, karena ada kendala dalam jaringan internet, yaitu belum adanya jaringan telepon masuk ke puskesmas sampai akhir tahun 2017. Sehingga, pendaftaran tidak bisa online dan berdampak pada penerimaan pencairan Jasa Pelayanan.

Ditambahkan Tuti, untuk para sukwan atau karyawan yang statusnya sukarelawan selama satu tahun, tidak mendapatkan gaji atau Jasa Pelayanan sesuai peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-20, DWP Kabupaten Bekasi Gelar Beragam Lomba

“Sehingga, suka atau tidak, itulah yang terjadi pada para sukwan. Namun di Puskesmas Pasaleman, para sukwan diberikan gaji bulanan walaupun jauh dari kata layak, apabila dilihat dari kerja keras dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Diterangkan Tuti, jika dana yang dipakai untuk persiapan Akreditasi merupakan dana talangan dari Kepala Puskesmas yang berasal dari Jasa Pelayanan pribadi Kepala Puskesmas.

“Tidak ada potongan Jasa Pelayanan terhadap para karyawan di Puskesmas Pasaleman,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasien Dirawat di Rumah Sakit, Tim Adminduk Cikarang Pusat Jemput Bola Rekam E-KTP ke Ruang Perawatan
Pemkab Bekasi Bidik Pajak Air Tanah, Ribuan Perusahaan Siap Diawasi
Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru
Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial
Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ
SPMB 2026 Kota Bekasi, Pemkot Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah
Ketua DPRD Kota Bekasi Dukung Program Literasi Digital JMSI Bekasi Raya
HBH Lamahu Bekasi Pererat Harmoni Budaya di CFD

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:12 WIB

Pasien Dirawat di Rumah Sakit, Tim Adminduk Cikarang Pusat Jemput Bola Rekam E-KTP ke Ruang Perawatan

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:05 WIB

Pemkab Bekasi Bidik Pajak Air Tanah, Ribuan Perusahaan Siap Diawasi

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:59 WIB

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:40 WIB

Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial

Senin, 25 Mei 2026 - 09:37 WIB

Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ

Berita Terbaru