Kemenkop dan UKM Terus Perkuat Kelembagaan KUD Sawit

- Redaksi

Selasa, 10 April 2018 - 16:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Jakarta – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengungkapkan bahwa, kondisi Koperasi Unit Desa (KUD) saat ini sudah berbeda jauh dengan masa lalu sejak bergulirnya program revitalisasi KUD. Saat ini, banyak KUD sudah memiliki pengurus yang profesional dan berdedikasi tinggi yang berujung pada peningkatan kinerja KUD secara menyeluruh.

“Terbukti, saat ini, ada sekitar 72 KUD di Riau dan Jambi beranggotakan 30 ribu petani yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit yang melakukan kerjasama Inti Plasma dengan perusahaan besar Asian Agri. Usaha besar mau kerjasama dengan koperasi karena koperasinya baik dan bagus,” kata Agus pada acara pembagian premi minyak sawit berkelanjutan dari Asian Agri untuk petani kelapa sawit anggota koperasi, di Jakarta, Selasa (10/4).

Untuk itu, lanjut Agus, pihaknya akan terus memperkuat kelembagaan petani yang tergabung dalam koperasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kemenkop dan UKM sangat peduli untuk turut menjaga industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia secara berkelanjutan. Pasalnya, potensi ekonomi dari sawit nasional itu sangat besar. Apalagi, dari sekitar 14,03 juta hektar perkebunan kelapa sawit yang ada, 40% diantaranya merupakan perkebunan rakyat. Di mana mayoritas petaninya merupakan anggota koperasi,” imbuh Agus.

Bahkan Agus menekankan bahwa, pemerintah amat terbantu dengan adanya kerjasama antara Inti dengan plasma binaannya, seperti yang dilakukan Asian Agri.

“Terlebih lagi, itu sesuai dengan program Nawacita yang salah satunya mengamanatkan pembangunan dari mulai desa-desa. Oleh karena itu, Kemenkop dan UKM akan terus membenahi dan memperkuat institusi koperasi yang ada di pedesaan di seluruh Indonesia,” tandas Agus.

Agus mengakui bahwa, saat ini banyak koperasi atau KUD yang dalam pembiayaannya berasal dari swadaya para anggotanya, tidak lagi dari bantuan pemerintah. Tapi, bukan berarti pemerintah tidak hadir disana dalam membangun KUD di daerah-daerah perkebunan.

“Kita memiliki program pembiayaan seperti kredit usaha rakyat atau KUR dan dana bergulir dari LPDB KUMKM dengan bunga yang sangat murah. Saya berharap para petani sawit bisa memanfaatkan program tersebut,” kata Agus lagi.

Menurut Agus, banyak keuntungan yang didapat dari pola kerjasama Inti Plasma ini. Diantaranya, pasar bagi produk yang dihasilkan petani sudah jelas ada. Dimana produk petani pasti dibeli oleh inti, dalam hal ini Asian Agri.

Baca Juga :  H-7 Lebaran 2017, Jalan Tol Fungsional Sementara Batang Hingga Gringsing Siap Digunakan

“Inti juga berkewajiban membina plasmanya. Plasma jangan dijadikan sebagai objek, melainkan mitra yang saling menguntungkan. Selain itu, kerjasama Inti Plasma ini juga tidak semata-mata menanam sawit tapi juga menjaga lingkungan,” papar Agus.

Agus juga berharap, KUD-KUD kelapa sawit yang ada di Riau dan Jambi untuk segera memperkuat sektor usahanya melalui kemajuan teknologi atau IT. “Dengan IT, para petani bisa memonitoring pergerakan harga sawit dunia, kualitas produk, hingga memonitor persaingan di pasar,” tandas Agus.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang mengatakan, pola Inti Plasma dari Asian Agri ini bisa dijadikan contoh baik bagi pengelolaan sawit berkelanjutan. Hal itu berdampak positif bagi perkuatan kelembagaan petani dan koperasi yang menaunginya.

“Hasilnya, ekspor minyak sawit Indonesia pada 2017 menempati peringkat pertama menyumbang devisa pada negara sebesar US$33 miliar. Artinya, juga besar pada kontribusi terhadap PDB nasional,” tukas Bambang.

Baca Juga :  Kocak, Pria Ini Ingin Nikah, Eh Malah Nekat Panjat Istana Negara

Oleh karena itu, kata Bambang, pihaknya akan terus mendorong program strategis seperti penertiban status lahan petani kelapa sawit dan sertifikasi tanah kebun-kebun kelapa sawit milik rakyat. “Kita juga membantu memperkuat kelembagaan petani dan juga memfasilitasi pendirian koperasi bagi petani sawit,” ujar Bambang.

Sedangkan Direktur Corporate Affairs Asian Agri M Fadhil Hasan menjelaskan bahwa premium sharing merupakan pembagian premi hasil penjualan minyak sawit berkelanjutan oleh Asian Agri krpada petani plasma binaan. Premium sharing dimulai sejak 2014 dan diadakan setiap tahun oleh Asian Agri bersama para petani plasma binaan.

“Jumlah premi yang dibagikan tahun ini sebesar Rp3,69 miliar untuk 72 KUD di Jambi dan Riau. Premi itu untuk peningkatan kapasitas petani dan untuk mendukung pembangunan infrastruktur desa,” kata Fadhil.

Menurut Fadhil, kemitraan dengan petani sawit sudah terjalin sejak 1987 di atas lahan seluas 60 ribu hektar, sehingga menempatkan petani dalam posisi teramat penting. “Kita membangun saling percaya dan memberi ketrampilan teknis kepada petani. Karena tanpa itu, pola kemitraan ini tidak akan berkelanjutan,” pungkas Fadhil. (Rls/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari NTT Menuju Dunia, Lanud El Tari Bidik Lahirnya Atlet Panahan Berprestasi
XL Ultra 5G+ Hadir di Yogyakarta dan Solo, Paket Mulai Rp50 Ribu
Warga Bekasi Galang Rp2,1 Miliar, Bangun Rumah Sakit di NTT
Adira Finance Satukan Operasional Mandala, Perluas Layanan Pembiayaan
Ribuan Warga Palembang Tumpah Ruah di SMARTFREN FUN RUN 5G
Wapres Gibran Jenguk Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang, Moh Bisri Soroti Pengawasan
Dukung Zero ODOL 2027, Jasa Marga dan Polisi Tertibkan 36 Truk Bermuatan Berlebih di Tol Belmera
10 Hari Tanpa Jejak, Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Arupadhatu I Dihentikan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Dari NTT Menuju Dunia, Lanud El Tari Bidik Lahirnya Atlet Panahan Berprestasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:01 WIB

XL Ultra 5G+ Hadir di Yogyakarta dan Solo, Paket Mulai Rp50 Ribu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Warga Bekasi Galang Rp2,1 Miliar, Bangun Rumah Sakit di NTT

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Adira Finance Satukan Operasional Mandala, Perluas Layanan Pembiayaan

Selasa, 29 September 2026 - 17:44 WIB

Ribuan Warga Palembang Tumpah Ruah di SMARTFREN FUN RUN 5G

Berita Terbaru

Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja melepas kontingen Kabupaten Bekasi untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Pemkab Bekasi menargetkan posisi tiga besar dengan raihan 120 medali. Acara pelepasan berlangsung di Gedung Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Kamis (5/11/2026).

Olahraga

Bupati Bekasi Targetkan Tiga Besar Porprov XV Jabar 2026

Kamis, 5 Nov 2026 - 21:50 WIB