Setelah Disambangi Demiz, Pesantren Miftahul Huda Malah Bersepakat Mendukung Rindu

- Redaksi

Minggu, 1 April 2018 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Tasikmalaya – Keluarga Besar Pengurus Pesantren Miftahul Huda mendeklarasikan dukungnya kepada paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar Rindu (Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum) untuk memenangkan Pilgub Jabar, di Gedung Hamida komplek Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu sore, 31 Maret 2018.

Surat dukungan ditanda-tangani oleh dewan kiai Ponpes Miftahul Huda yang terdiri dari 9 orang kyai, antara lain, KH. Asep Ahmad Moushul sebagai Pemimpin Umum, KH. Abdul Azis Affandy, Wakil Ketua, dan Sesepuh pesantren KH. Abdul Fatah.

Sebelumnya, Deddy Mizwar sempat mendatangi Pesantren Miftahul Huda dan bertemu dengan KH Asep Ahmad Maoshul. Namun, dukungan yang diharapkan Deddy malah beralih ke pasangan Rindu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum deklarasi dibacakan, Pemimpin Umum Ponpes KH. Asep Moushul meminta KH. Abdul Azis untuk membacakan surat deklarasi dukungan tersebut. “Karena kapasitas saya sebagai anggota DPR RI dan bukan timses Rindu, maka saya serahkan kepada KH. Abdul Azis untuk membacakan keputusan tersebut,” kata dia.

Baca Juga :  Edy Masyhudi dan Raden Inu Danubaya Ambil Formulir Cabup PDIP

KH. Abdul Azis pun membacakan surat dukungan tersebut. Isi surat itu menyebutkan bahwa keluarga besar pesantren Miftahul Huda memerintahkan kepada seluruh simpatisan, alumni baik yang tergabung dalam Hamida (Himpunan Alumni Miftahul Huda), Hawamida (Himpunan Alumni Wanita Miftahul Huda), Resimen Santri, dan seluruh cabang pesantren Miftahul Huda di Jabar untuk memenangkan Rindu pada Pilgub 2018.

Menurut Abdul Azis, alasan Miftahul Huda memberikan dukungan ini karena pasangan Rindu paling banyak didukung oleh pondok pesantren, progamnya pro rakyat, seperti meningkatkan kesejahteraan petani dan pelayanan bagi warga Jabar.

Selain itu, kalangan kiai banyak yang mendukung Rindu karena keduanya memiliki darah seorang kiai. Menurut dia, pihaknya tak kunjung mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Rindu karena untuk menjaga resistensi. Namun, hari ini para kiai tersebut sudah menemukan waktu yang tepat. “Ini bukan terlambat, tapi ini hari yang tepat untuk deklarasi ini,” ujar dia.

Baca Juga :  FBR Dukung Langkah Politik Marhaban

Menurut Abdul Azis, dengan deklarasi tersebut maka 100 persen keluarga besar pesantren Miftahul Huda memberikan dukungannya kepada pasangan Rindu. “Kami punya alumni 13 ribu dan 1962 cabang ponpes Miftahul Huda di Jawa Barat, semua kami kerahkan untuk memenangkan Rindu,” ujar dia.

Acara tersebut dihadiri antara lain oleh cawagub Uu Ruzhanul Ulum Ketua Himpunan Alumni Miftahul Huda (Hamida) H Jaja Abdul Jabar, Ketua Pusat Himpunan Alumni Wanita Miftahul Huda (Hawamida) Hj Daliah Mutiara Affandi.

Ketua Hawamida Pusat Hj Daliah Mutiara Affandi menyatakan akan terus mengajak kepada semua anggota Hawamida, keluarga simpatisan dan jemaah untuk mendukung Rindu. “Melalui silaturahmi, saya akan menugaskan setiap koordinator untuk kampanye tentang Rindu supaya Rindu ini tidak kalah dari pasangan yang lain,” ujarnya.

Baca Juga :  Persiapan Memimpin Jawa Barat, Ridwan Kamil Kunjungi Keraton Kanoman Cirebon

Hal serupa diungkapkan Ketua Hamida H Jaja Abdul Jabar. “Saya akan perintahkan seluruh pengurus dan koordinator wilayah supaya memenangkan Rindu,” ujar dia.

Dukungan tersebut menghentikan friksi perbedaan pandangan yang diduga terjadi antara KH. Asep Moushul, paman Uu dengan Uu Ruzhanul Ulum. Menurut Kang Uu, *sebagai politisi dia sangat memahami persoalan perbedaan* pendapat maupun pandangan antara keluarga dan lingkungannya.

“Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Mifathul Huda atas deklarasi ini. Saya yakin tambahan dukungan ini akan menambah frekuensi kemenangan Rindu,” kata Kang Uu sambil tersenyum usai menerima dukungan tersebut.

Kang Uu yakin, setelah deklarasi tersebut, keluarga besarnya akan berjuang dengan cara angkat tangan, berdoa dan angkat kaki berjuang melalui silahturahmi. Dukungan tersebut tidak datang dari status keluarga saja, melainkan para kiai, ulama dan gurunya. “Dukungan itu menjadi dukungan yang multidimensi,” ujar dia.(RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Smartfren Tasikmalaya
Santunan Maxim Tasikmalaya
DPC PDI Perjuangan Gelar Upacara & Perlombaan 17-an, Ratusan Kader Tumpah Ruah
DPC PDIP Kabupaten Bekasi Peduli Korban Banjir
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi Ridwan Bahas Maksimalkan PAD
Walikota Bekasi : Tri Paparkan 7 Program Unggulan
Saeful Islam : Lambannya Pembangunan dan Dorong Revisi Perda PAD
Tampung Usulan Warga, Ombi Hari Wibowo: Mulai Dari Ketenegakerjaan dan Kesehatan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 07:25 WIB

Festival Smartfren Tasikmalaya

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:45 WIB

Santunan Maxim Tasikmalaya

Minggu, 17 Agustus 2025 - 19:51 WIB

DPC PDI Perjuangan Gelar Upacara & Perlombaan 17-an, Ratusan Kader Tumpah Ruah

Jumat, 7 Maret 2025 - 17:21 WIB

DPC PDIP Kabupaten Bekasi Peduli Korban Banjir

Kamis, 6 Maret 2025 - 21:41 WIB

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi Ridwan Bahas Maksimalkan PAD

Berita Terbaru