4 Petugas KKPS dan Penyelenggara Pemilu Wafat

- Redaksi

Kamis, 25 April 2019 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Kuningan – Selama penyelenggaraan Pemilu serentak 2019, sebanyak empat orang baik penyelenggara maupun petugas yang terlibat dalam proses perhitungan dan pemungutan suara pemilu meninggal dunia. Adapun dua orang di antaranya mengalami stroke dan satu orang perempuan keguguran akibat kelelahan.

KPU Kabupaten Kuningan mencatat ada empat orang meninggal dunia, dua orang mengalami stroke, dan satu orang keguguran selama proses pemilu berlangsung. Satu di antaranya meninggal sebelum hari H pelaksanaan Pemilu, satu orang meninggal saat hari H pelaksanaan pemilu, dan dua orang meninggal ketika proses pengamanan pemilu.

“Data yang masuk ke kita, anggota KPPS itu ada satu orang meninggal dunia yaitu Nana Rusmana (51) dari Desa Dukuhdalem Kecamatan Ciawigebang. Beliau (Nana) menjabat sebagai Ketua KPPS 04, diduga karena terkena serangan jantung usai proses pengambilan sumpah anggota KPPS saat hari H pelaksanaan tanggal 17 April,” kata Komisioner KPU Kuningan Divisi SDM dan Parmas, Dudung Abdul Salam kepada wartawan, Rabu (24/4/2019).

Selain anggota KPPS lanjutnya, adapula Staf Bagian Hukum KPU Kuningan yakni Saga Utama (51) yang meninggal sebelum hari H pelaksanaan pemilu. “Beliau (Saga) meninggal pada 6 April diduga karena kelelahan. Sebab seharian itu melakukan proses monitoring surat suara,” ujarnya.

Sebab saat masih berada di kantor KPU Kuningan, Ia menyebut, tidak melihat tanda-tanda mengalami sakit. “Namun saat pulang kerumah, lalu beliau tidur, nah pas jam 9 malam itu kerasa kata keluarganya, terus dibawa kerumah sakit. Namun saat sampai dirumah sakit sudah tak dapat tertolong lagi,” terangnya.

Kemudian dua orang lain yang meninggal dunia kata Dudung, yakni dari petugas keamanan langsung (Pamsung) dan petugas pengamanan wilayah (Pamyah). Kedua orang itu atas nama Robai (60) dari Desa Cikubangsari Kecamatan Kramatmulya, dan Jued (65) dari Desa Mekarjaya Kecamatan Cimahi.

Baca Juga :  Pemkot Bekasi Launching Tiga Program Perempuan dan Anak di Kampung RW 7 Kaliabag Tengah

“Pak Jued meninggal ketika bertugas pada tanggal 18 April, dan Pak Robai meninggal pada 24 April diduga karena kelelahan setelah bertugas melakukan pengamanan di TPS. Pak Robai ini setelah mengamankan TPS, pada Rabu malam tanggal 17 April mengalami penurunan kondisi kesehatan,” ungkapnya.

Menurutnya, setelah kondisi kesehatan semakin menurun, akhirnya yang bersangkutan (Robai) dibawa ke rumah sakit. Walaupun telah melalui perawatan medis, nyawa Robai tidak dapat tertolong lagi.

“Kemudian di luar yang meninggal, ada dua orang anggota Pamsung terkena stroke yakni Pak Udin Sapdin (62) dari Desa Kutaraja Kecamatan Maleber dan Pak Edi Arief (60) dari Desa Wilanagara Kecamatan Luragung. Satu orang lagi perempuan angggota KPPS yaitu Eva Alawiyah (31) dari Desa Dukuhdalem Kecamatan Ciawigebang mengalami keguguran,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Komitmen Tenaga Kerja Lokal Menjadi Prioritas di Perusahaan

Pihaknya mengaku, semua penyelenggara maupun petugas yang meninggal dunia ataupun sakit, akan diinventarisir dan diajukan ke KPU Pemprov Jabar agar dapat diberi santunan. Bahkan dari laporan PPK sendiri, ada banyak anggota KPPS setelah melakukan rekapitulasi jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit.

“Sesuai arahan KPU Provinsi, yang bertugas sebagai panitia ad hoc di KPPS ataupun Pamsung itu diinventalisir, diajukan ke Jawa Barat untuk diberi santunan. Untuk nominalnya belum tahu, namun kepastian mendapat santunan pihak KPU dan Pemprov sudah menjanjikan akan diberikan santunan,” katanya.

Pihaknya merasa prihatin, atas kondisi yang menimpa para penyelenggara pemilu, akibat kelelahan yang akhirnya tertimpa musibah baik sakit hingga meninggal dunia.

(dri/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN
Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall
MBZ Naik 76%
Mudik Gratis Bekasi Diserbu Warga! 1.458 Orang Berangkat Pakai 27 Bus ke Solo hingga Surabaya
Tri Adhianto Minta Dedi Mulyadi Percepat Pemisahan Aset Kota dan Kabupaten Bekasi
HUT ke-29 Kota Bekasi, Tri Adhianto dan Harris Bobihoe Hormati Jasa Pahlawan

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Senin, 6 April 2026 - 17:05 WIB

Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Senin, 6 April 2026 - 10:10 WIB

Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN

Kamis, 2 April 2026 - 11:16 WIB

Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:20 WIB

MBZ Naik 76%

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !