Pasalnya, dalam ini pihak Jababeka mendatangkan narasumber dari tim ahli untuk memberikan pengetahuan tentang “Tantangan dan Kunci Sukses Mewujudkan Smart Eco City”. Selain itu, dijelaskan juga materi tentang “Penataan Lingkungan dan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga”.
Harapannya, hasil program tersebut mampu mendorong upaya peningkatan kualitas lingkungan dan membuat lingkungan di setiap RW menjadi bersih, rapi hijau dan rapi, atau bahkan bisa menjadikan sampah menjadi barang bernilai ekonomi – yang bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan keluarga.
“Tetapi,balik lagi nanti ke (pengidentifikasian) masalah lingkungan yang ada di setiap lingkungan RW, karena setiap masalah lingkungan akan berbeda tindak lanjut atau solusinya. Dan akan berbeda pula hasil program yang tercipta di suatu lingkungan RW,” terang Tjahjadi.

Dijelaskan Tjahjadi, sekitar 29 orang hadir mewakili 29 RW dan animo para RW untuk mengikuti program Jababeka Eco Award relatif tinggi saat diinformasikan kegiatan ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari 29 rukun warga di wilayah di sekitar Kawasan Jababeka, semua perwakilan datang dan mereka begitu antusias dan aktif saat sesi diskusi dengan narasumber,” terang Tjahjadi.
Ia berharap sinyal yang baik ini bisa berlanjut dengan warga di setiap RW mau terlibat aktif dalam menjalankan lomba kebersihan Jababeka Eco Award. Karena tanpa peran aktif masyarakat, bukan hanya program Jababeka Eco Award yang tidak berjalan efektif tapi pembangunan kawasan Jababeka sebagai Smart Eco City sulit tercapai.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 Selanjutnya









