Wujudkan Smart City, DKIS Kota Cirebon Kembali Gelar FGD

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Dalam rangka membangun sinergitas antara Pemerintah Daerah Kota Cirebon dengan instansi Pemerintah lainnya serta swasta dalam membangun Smart City, melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon kembali melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Sinergitas Lintas Stakeholder dalam Mewujudkan Cirebon sebagai Kota Cerdas (Smart City)” yang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Cirebon, Drs. Nasrudin Azis, SH di Hotel Prima, jl. Siliwangi Kota Cirebon Rabu (25/10).

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon, Drs. Nasrudin Azis, SH mengatakan dirinya bangga akan kinerja para stafnya yang ingin terus menjadikan Kota Cirebon lebih baik dan lebih maju ke depannya. Dirinya juga mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya dari semua pihak sehingga kini Kota Cirebon sudah hampir menyelesaikan beberapa penyusunan master plan smart city Kota Cirebon.

“Saya merasa bangga dan yakin bahwa Kota Cirebon akan lebih baik lagi dimasa-masa yang akan datang. Keterlibatan akan semua pihak ini sangat diharapkan untuk mewujudkan Cirebon menjadi Kota Cerdas,” tutur Azis.

Azis juga menjelaskan untuk instansi Pemerintah maupun swasta lainnya, pihak Pemerintah Daerah Kota Cirebon akan selalu membuka diri dan menyambut baik segala bentuk kerjasama, kolaborasi dan sinergitas dalam membangun Kota Cirebon.

Sedangkan menurut Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon, Iing Daiman, S.Ip mengatakan bahwa Kota Cirebon masuk ke dalam 25 Kota/Kabupaten yang terpilih dalam program Smart City oleh Kemenkominfo. Dan kini, telah memasuki tahapan penyusunan master plan yang bisa dikatakan memasuki tahap akhir.

“Alhamdulillah karena kita sudah masuk dalam 25 Kota/Kabupaten sehingga kami sudah melakukan beberapa program smart city untuk jangka pendek dan panjang. Itu semua sudah kami buat programnya. Untuk program hangka pendeknya itu, kita akan membuat program Cirebon Wadul Bae, Cirebon Lengko, Cirebon Brojol Aja Klalen, dan Cirebon Melet,” jelas Iing.

Iing juga menjelaskan untuk program Smart City, Pemerintah mendapatkan bantuan sebanyak 2,6 M yang akan dibuat menjadi Mini Command Centre yang akan dibuat di Sekretariat Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon untuk memantau penyelenggaraan pelayanan yang ada di Kota Cirebon.

Adapun Program jangka pendek untuk Smart City di Kota Cirebon yang dijelaskan Iing di atas yakni:
1. Cirebon Melet (Melek Internet). Program ini merupakan program penyediaan wifi gratis di beberapa tempat. Dan ke depannya bisa tersebar di area-area publik, sarana pendidikan, dan bapermas-bapermas.
2. Cirebon Wadul Bae (Warga Peduli Bocah Lan Emboke). Program ini merupakan program yang mengkonsepkan penanganan terpadu kekerasan terhadap anak dan perempuan.
3. Cirebon Brojol Aja Klalen (Akte Kelahiran Langsung Jadi Kalau Laporan Secara Online). Program ini merupakan program dokumen kependudukan akte kelahiran dan kartu keluarga dalam satu pelayanan dan mempersingkat proses menjadi dua hari dari sebelumnya 14 hari.
4. Cirebon Lengko (Layanan Elektronik Kesehatan Online). Program ini merupakan program sistem pelayanan antrian online berbasis android dan informasi berbasis android ketersediaan ruang rawat inap di RSUD Gunung Jati Cirebon.(Juf/RJN)

Comment