Wali Kota Buka FGD Jaringan Kelembagaan Pencegahan Dini Konflik Sosial Kota Bekasi

- Redaksi

Jumat, 22 Maret 2019 - 11:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Bekasi – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi Buka Acara Forum Group Discussion yang di gelar di Universitas Islam 45 Kota Bekasi mengenai Jaringan Kelembagaan dalam Pencegahan Konflik Sosial di Kota Bekasi, bersama Dandim 0507 Bekasi, Letkol arm Abdi Irawan, Kepala Kesbangpol Kota Bekasi, Abdillah Hamta, narasumber dari Dosen Pasca Sarjana Unpad Bandung, Muhammad Fadil Nurdin, dan Ketua FKUB Kota Bekasi, H. Abdul Manan.

Rektor Universitas Islam 46 Kota Bekasi, Dr. Nandang Najmulmunir membuka sambutan dengan ucapan terima kasih untuk para narasumber yang telah hadir dan akan memberikan motivator kepada mahasiswa mahasiswi kami yang ingin tau mengenai apa saja konflik sosial yang harus dihadapi di Kota Bekasi, dan juga ucapkan kepada Wali Kota Bekasi yang ikut serta memberikan motivasinya di acara FGD ini, selanjutnya dengan menyemarakkan Jaga NKRI, Rektor Unisma ini mengajak kepada para mahasiswanya juga untuk bersatu teguh dalam menjaga NKRI di Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi yang memaparkan bahwa tema yang diambil ini sangat menarik dan memang kita terus di Kota Bekasi untuk membangun proses dan sistemnya agar dinamika keberagaman ini terus terjalin di kota Bekasi.

Proses peradaban yang kita bangun tentunya bukan hanya segi ekonomi saja secara menyeluruh, Kota ini laju pertumbuhanya diatas rata rata skala nasional, swkitar 50,82% mengalahkan Provinsi Jawa Barat yang 50,7 % sekian, tentunya laju pertumbuhan tingginya membutuhkan komitemen bersama, kota yang paling layak di Indoensia adalah Kota Bekasi, berdasarkan surveynya ialah Kota Singkawang yang kita memahami juga singkawang ukuran sebuah kota kebersamaan toleran yang hanya di kerubungi oleh suku keturunan melayu dan lain lain, beda di Kota Bekasi ini yang keturunannya beragam, dari jawa, sunda, batak, bahkan asli warga bekasinya hanya 30 % kalah dengan penduduk jawa yang sudah 47%.

Dijelaskan kembali  Kota ini tidak akan maju, yang tentunya terjadi hal hal konflik sosial yang ada, persoalan keyakinan maupun kesenjangan ekonomi, letupan persoalan beragaman, keyakinan yang ada, saya sering sampaikan, bahwa sepanjang bentuk keyakinan dalam negara harus berdiri di semua kaki agama dan segala perbedaan, terutama konflik mengenai agama dalam membangun rumah ibadah, itu termasuk permasalahan dari pembangunan masjid juga kita selesaikan, bukan hanya gereja atau yang lainnya masjid pun ada juga permasalahannya untuk itu Pemerintah hadir untuk antisipasi dan memberika  solusi.

Baca Juga :  Wali Kota Bekasi Hadiri Pelantikan Pengurus Cabang PTMSI Kota Bekasi

“Saya sebagai kepala daerah, harus berdiri di semua kaki warga, dari perbedaan yang ada harus menjadi satu warga, untuk NKRI ini, sebuah daerah yang berkembang pasti terdapat dan punya persoalan yang melahirkan konflik, untuk itu kita sarankan untuk jaga kedamaian di Kota Bekasi ini” tegas Rahmat Effendi

Wali Kota juga berikan kepastian hukum dari Pemerintah kota Bekasi untuk para pengelola pihak ketiga yang ingin bantu memajukan Kota Bekasi, diambil contoh mungkin kalau pemerintah sendiri yang buat sepeti Transpark Juanda tidak akan jadi selama 20 tahun, akan tetapi seakarang sudah terbangun untuk membuat nyaman warga Kota Bekasi yamg ingin menikmati dan tidak perlu jauh jauh.

Dari Perijinan dari pelayanan publik, kita telah sediakan 3 Gerai Pelayanan Publik, dari data kependudukan nya berkenaan kepeentingan warga kita serahkan, sistemnya ambil dan antar, warga berikan di Kecamatan jika sudah jadi diantar melalui petugas Pamor Wilayah, jauh lebih cepat perkembangannya.

Baca Juga :  Juventus Hancur Lebur Dihajar Villarreal di Turin

Awalnya Kota Bekasi menjadi kota bullyan, kini Kota yang sebagai penyumbang pertama Pendapatan asli Daerah terbesar di Jawa Barat, kita terus benahi untuk kemajuan Kota bekasi, agar yang dulunya membully “planet beaksi,” kita telah buktikan dari segi perkembangan sekarang, tata letak Kota dan lainnya. Ditambah lagi dengan Banyak yang keluhkan kemacetan di Kota bekasi, ini adalah kemajuan dari segi ekonomi, bukti bahwa kota nya telah berkembang, di Kota Bekasi memiliki 4 titik pembangunan nasional yang besar.

Mengenai kultur budaya perbedaan, di Kota Bekasi sudah terbentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setelah kita study banding ke daerah daerah, Kita kembangkan kepanjangan dari FKUB yakni Majelis Umat Beragama di Kecamatan, bertujuan untuk menggodok permasalahan perbedaan di tingkat wilayah, dibangun wawasan kebangsaannya, dan kita butuhkan membangun bagaimana kedamaian di Kota Bekasi.(ziz/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
Ratusan Pedagang Pasar Baru Geruduk DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi Desak Wali Kota Bertindak
277 Siswa Kota Bekasi Raih Pramuka Garuda, Tri Adhianto Minta Jadi Teladan
Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
Rp4,5 Miliar Jadi Sorotan, Kasus Korupsi Tirta Bhagasasi Segera Meja Hijau
Bukan Perkara Pidana, Datun Kejari Kabupaten Bekasi Justru Pulihkan Rp4 Miliar Lebih
Kejari Bekasi Selamatkan Rp40,1 Miliar Uang Negara, 739 Perkara Ditangani

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:56 WIB

Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan

Rabu, 2 September 2026 - 16:41 WIB

Ratusan Pedagang Pasar Baru Geruduk DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi Desak Wali Kota Bertindak

Rabu, 2 September 2026 - 12:54 WIB

277 Siswa Kota Bekasi Raih Pramuka Garuda, Tri Adhianto Minta Jadi Teladan

Selasa, 1 September 2026 - 16:28 WIB

Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter

Berita Terbaru

GIIAS Bandung 2026 siap mengguncang Jawa Barat! Sebanyak 19 merek kendaraan bakal meramaikan pameran, termasuk lima merek baru dan yang kembali hadir. Jangan lewatkan deretan mobil, motor, hingga teknologi otomotif terbaru.

Bandung

GIIAS Bandung 2026 Hadirkan 19 Merek, Ada 5 Merek Baru

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:26 WIB