oleh

Wali Kota Bekasi Hadiri Border Economic Summit di Kabupaten Bogor

RJN, Bogor – Acara Border Economic Summit yang terselenggara di Royal Tulip, Gunung Geulis Resort, Kabupaten Bogor, dengan tujuan untuk sinergi percepatan pembangunan di kawasan perbatasan, dengan menghadirkan 12 Kepala Daerah dari Wilayah perbatasan 12 Kabupaten/Kota, diantaranya, Kabupaten Bogor sebagai tuan rumah, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Lebak, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tangerang.

Hadir Menteri Perencanaan Nasional Republik Indonesia, Suharso Monoarfa, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, Uu Rizhanul Ulum, Wali Kota dan Bupati yang mewakili dari daerah perbatasan, termasuk Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi hadiri undangan tersebut.


Pemaparan dari tuan rumah penyelenggara yakni Bupati Kabupaten Bogor, Ibu Hj. Ade Yasin dengan tujuan dengan menyelenggarakan acara tersebut adalah mewujdukan sinergitas dan kolaborasi dengan dukungan lintas sektoral sebagai percepatan ekonomi melalui integritas infrastruktur, pengembangan kawasan dan promosi investasi.

8 fokus pembangunan regional lintas wilayah, yakni :

1. Pembangunan jalan poros tengah timur (Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Karawang)

2. Pengembangan kawasan berorientasu transit (TOD) pada simpul LRT (Kota Bogor)

3. Pengembangan kawasan berorientasu pada simpul Kereta Api (Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Depok)

4. Jalan khusus tambang (Kabupateng Tangerang dan Kota Tangerang Selatan

5. Twin geopark pongkor-Ciletuh (kabupaten sukabumi)

6. Penangan Daerah Aliran sungai Kali Bekasi (Kota Bekasi, Kabuoaten Bekasi dan Kota Depok)

7. Penghubung Tol Cimanggis-Cibitung (Kabupaten Bekasi)

8. Pengendalian banjir di kawasan hulu (Kabupaten Bekasi).

Khusus untuk Kota Bekasi mendapati penanganan DAS Kali Bekasi yang berkoordinasi dengan Kabupaten Bekasi dan Kota Depok, untuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Bekasi memiliki luas 53.000 Ha dengab Hulu di Gunung Pancar dan Gunung Karang Kabupaten Bogor dan bermuara di CBL Kabupaten Bekasi, juga memiliki 2 hulu sungai utama yakni sungi cikeas dab sungai cilengsi yang bertamy di wilayah perbatasab Kabuoaten Bogor dan Kota Bekasi teoatnya du Perumahan Vila Nusa Indah.

Dengan penangan air pada bendung dan polder koja yang memiliki luas 2,7 Ha dengan kapasitas tampungan 138.000 M3, merupakan salah satu infrastruktur pengendalian banjir di aliran sungai cikeas, yang kedua, Long Storage Masjid Siti Rawani dengan panjang saluran sekitar 800 meter dan luas 2,27 Ha yang berfungsi sebagai polder dengan kapasitas tampungan mencapai lebih dari 100.000 M3 yang berada di aliran sungai cikeas.

Ketiga, penertiban perusahaan pencemaran di sungai cilengsi, berdasarkan laporan bukti pencemarab, Pemkab Bogor berkomitmen menindak tegas para perusahaan industri yang terbukti sebagai sumber pencemaran sungai cilengsi. Serta, Rencana waduk narogong, di hulu sungai Cilengsi sebagai pengendali banjir dan sumber air baku dengan kapasitas 42 juta M3.

Melalui rencana penataan, dalam penanganan banjir, pembangunan infrastruktur pengendali banjir perlu dilakukan melalui penyediaan infrastruktur seperti bendung dan  polder air sebagai penahan laju air, dan normalisasi sungai dengan membentuk tembok penahan tebing serta penyediaan rumah pompa di titik rawan banjir san terakhir pembangunan waduk.

Untuk pengendalian pencemaran, pembentukan tim satgas lingkungan yang berperan tidak hanya mengawasi tetaoi bertindak dalam penertiban pencemaran, selain itu perlu dilakukan dengan membangun posko pemantauan kualitas air sebagai early warning system pencemaran air berkualitas.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul mengatakan menjadi kendala daerah perbatasan ialah kewenangan yang berbeda sementara masyarakat sangat inten dalam pengembangan ada batas, pejabat ada batas, artinya Bupati dan Walikota tidak bebas dalam perbatasan, jadi intinya harus ada komunikasi dan kolabarsi dan inovasi, sesuai dengan Visi Misi Jabar Juara lahi batin, inovasi dan kolaborasi, akan ada sebuah kekuatan, jawa abray potensi yang sangat luar biasa sda mauoun sdm, tidak lain kesejahtearaan rakyat yang dipimlin, perlu kebersamaan, apresiasi dan mendukung disampaikan oleh buoati.

Ada hasil dan progres kemanfaatan untuk warga di daerah perbatasan, mohon disampiakan tentang ekonomi, ingat salah satu tujuan kemerdakaan ialah mencerdaskan kehidupan bangsa, intinya adalah peningkatan keimannan dan ketakwaan juga.

Rahmat Effendi menerangkan bahwa progres antar 12 Daerah di Jawa Barat ini, sangat signifikan mengenai langkah kedepan, karena bisa menjadi solusi kedepannya terkait masing masing daerah diperbatasan, selanjutnya, Wali Kota Bekasi mengatakan harus keluar dari permasalahan yang ada, think out of the box, itu adalah kuncinya untuk memajukan semua permasalahan yang ada, tidak lakukan teks book lagi.

Selesai acara, 12 Kepala Daerah ataupun perwakilannya menandatangani perjanjian kerja sama di depan Menteri perencanaan Nasional Republik Indonesia.

(red/rjn)

Komentar

News Feed