Indonesia saat ini memasuki era pemulihan ekonomi berkelanjutan pasca pandemi covid-19. Pandemi Covid-19 telah memicu resesi ekonomi dan mengakibatkan kerusakan besar pada sektor kesehatan, pekerjaan dan kesejahteraan manusia. Seluruh negara pun bertindak cepat untuk menghadapi dampak pandemi dan menghindari terjadinya krisis yang lebih parah.
Pandemi Covid-19 ternyata mempengaruhi perubahan iklim ke arah yang baik dan menimbulkan suatu tren baru terkait transformasi digital. Adanya tren hubungan antara sustainability Pasca Covid dan digital transformation yang terjadi akibat dari pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu parameter atau faktor akselerasi terhadap perkembangan industri 4.0, di antaranya ialah komputasi awan, keamanan dunia maya, Internet of Things (IoT), blockchain, analitik big data, RPA, Artificial Inteligent (AI), dan machine learning. Dengan adanya pandemi Covid-19 menyebabkan angka pengguna internet di Indonesia meningkat drastis akibat adanya perubahan dari aktifitas secara langsung menjadi virtual melalui video conference. Di era revolusi industri 4.0 dengan kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), mendorong dan mengharuskan terjadinya transformasi digital.
Perkembangan digital transformasi seperti dua pilah mata uang dimana satu sisi perkembangan teknologi digital akan memberikan keuntungan bagi masyarakat melalui fungsi yang memudahkan dan membantu kegiatan operasional sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hardini Puspasari selaku Director of Sales & Marketing PT UNINET MEDIA SAKTI dalam acara ini sebagai Pembicara mengatakan dengan Perkembangan Transformasi Digital saat ini UNINET mengambil posisi, untuk memberikan berbagai solusi hulu ke hilir dalam memberikan layanan digital yang sesuai dengan era revolusi industri 4.0. Uninet mempersiapkan berbagai solusi yang dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk menghadapi era Society 5.0. Uninet merupakan perusahaan penyedia layanan keamanan informasi, solusi, dan teknologi yang salah satu layanannya yaitu Managed Service Security Operation Center (MS-SOC).
Sosialisasi layanan keamanan informasi berteknologi end-to-end ini didedikasikan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan juga segala perusahaan yang ada di Indonesia dalam meningkatkan keamanan bisnis dari serangan-serangan siber yang semakin marak, terutama dalam situasi pandemi COVID-19 yang saat ini tengah berlangsung.

Ricky Setiadi selaku CEO PT. Digital Inti Garuda mennyampaikan, Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia, sebanyak 448.491.256 serangan siber terjadi pada periode Januari – Mei 2021 di tengah pandemi COVID-19. Kategori serangan siber terbanyak adalah malware, aktivitas Trojan, dan kebocoran informasi. Peningkatan serangan siber sudah terjadi semenjak tahun 2020, dimana BSSN mencatat terdapat 495 juta serangan siber.
Angka tersebut naik 3 kali lipat jika dibandingkan dengan data pada tahun 2019. Aktivitas internet dan komputer pada era digital saat ini terus meningkat, terlebih dalam situasi pandemi COVID-19 yang juga mendorong maraknya kegiatan Work From Home (WFH). Sistem keamanan data atau informasi menjadi semakin krusial dalam mengantisipasi serangan siber yang juga meningkat. Hal ini membuat perusahaan atau start-up yang mejalankan aktivitas operasional secara digital perlu mengelola mitigasi dari ancaman keamanan siber, mengingat serangan siber yang dapat berdampak pada potensi kerugian perusahaan ataupun konsumen.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 Selanjutnya









