Terkait Laporan Macan Tutul Masuk ke Permukiman Warga, Ini Penjelasan BTNGC

- Redaksi

Rabu, 17 Juli 2019 - 22:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Kuningan – Beredarnya kabar terkait macan tutul yang turun dan bergerak ke arah permukiman membuat kaget masyarakat di sekitar lereng Gunung Ciremai. Namun Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) Kabupaten Kuningan memastikan, jika macan yang baru dilepasliarkan masih aman dari jangkauan permukiman warga.

Jika ada warga yang sempat melihat macan tutul di sekitaran kawasan taman nasional, kemungkinan macan tersebut merupakan penghuni sebelumnya. Sebab posisi macan tutul jawa yang beberapa waktu dilepasliarkan di TNGC berdasarkan jejak rekam Collar GPS, masih berada di seputaran Gunung Dulang, tepatnya di atas lokasi pelepasliaran.

“Itu (macan, red) bukan yang dirilis kemarin, kalau sempat ada yang melihat mungkin itu penghuni sebelumnya karena tidak memakai Collar GPS. Macan yang kemarin dirilis masih di seputaran Gunung Dulang, tepatnya diatas lokasi rilis,” kata Kepala BTNGC Kuningan, Kuswandono, Rabu (17/7/2019).

Sebab sampai kini, pihaknya terus melakukan pemantauan melalui Collar GPS yang terpasang di leher macan tutul tersebut. Sehingga pergerakan macan dapat diketahui, dan petugas akan segera bertindak cepat jika lokasinya mendekati permukiman warga.

Sementara Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) TNGC, Silvia Lucyanti menambahkan, berdasarkan rekaman data GPS Collar terakhir menunjukkan keberadaan macan tutul sudah berada di kawasan hutan atas Gunung Ciremai. Hal itu menunjukan bahwa keberadaan macan sudah semakin jauh dari pemukiman warga, dan dinyatakan aman.

“Hasil pantauan GPS Collar yang dilakukan di Coopenhagen Zoo Belanda, memberikan laporan kepada kami tentang keberadaan macan tutul bernama Slamet Ramadhan. Informasi terakhir pada tanggal 10 Juli, keberadaan macan tutul berada di kawasan hutan atas Gunung Dulang masih sekitar lokasi pelepasliaran,” terangnya.

Baca Juga :  Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor DLH Kota Bekasi

Pihaknya berharap, macan tutul dapat terus bergerak ke kawasan hutan dalam dan semakin menjauh dari permukiman warga. Namun setelah informasi terakhir itu, kini belum ada laporan terkini mengenai posisi macan berada.

“Mungkin karena kendala jaringan internet dan website yang tidak bisa diakses, kami belum mendapat informasi terbaru lagi. Namun kami yakin dari informasi terakhir tadi, macan tutul masih dalam posisi yang aman dan jauh dari pemukiman warga,” katanya.

Pihaknya mengaku, sempat menerima laporan dari masyarakat karena melihat macan tutul di kawasan TNGC. Namun setelah ditelusuri lebih lanjut dan mengorek informasi lebih dalam dari sumbernya, ternyata macan tidak dilengkapi kalung Collar GPS.

“Iya informasi dari tim pada Selasa (16/7) siang ke lokasi tersebut, memang benar ada laporan temuan macan di Blok Batu Korsi. Setelah tim menanyakan ciri-cirinya, ternyata memiliki ukuran tubuh lebih besar dan tidak memakai kalung collar. Ini artinya macan yang dilihat warga bukan yang dilepasliarkan kemarin, melainkan penghuni asli Gunung Ciremai,” bebernya.

Baca Juga :  Kapolres Kuningan Mengusut Kasus Bocah yang Terlindas Mobil di SPBU

Pihaknya meyakini, bahwa lokasi macan tutul yang belum lama dilepasliarkan masih berada di posisi aman dari jangkauan permukiman warga.

“Kami masih berpegang pada informasi dari sinyal GPS Collar, yang melaporkan keberadaan macan masih berada di hutan atas Ciremai. Kami punya tim khusus yang rutin melakukan patroli dan monitoring di sekitar lokasi rilis termasuk kawasan Gunung Ciremai yang masuk wilayah Majalengka. Mudah-mudahan macan kumbang tersebut bisa terekam kamera trap untuk memastikan keberadaannya,” tutupnya. 

(rii/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN
Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall
MBZ Naik 76%
Mudik Gratis Bekasi Diserbu Warga! 1.458 Orang Berangkat Pakai 27 Bus ke Solo hingga Surabaya
Tri Adhianto Minta Dedi Mulyadi Percepat Pemisahan Aset Kota dan Kabupaten Bekasi
HUT ke-29 Kota Bekasi, Tri Adhianto dan Harris Bobihoe Hormati Jasa Pahlawan

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Senin, 6 April 2026 - 17:05 WIB

Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Senin, 6 April 2026 - 10:10 WIB

Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN

Kamis, 2 April 2026 - 11:16 WIB

Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:20 WIB

MBZ Naik 76%

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !