Teknologi Pengenalan Wajah Mulai Digunakan Warga Amerika

oleh -

RakyatJabarNews.com – Di zaman yang serba canggih ini, teknologi semakin berkembang pesat. Misalnya, teknologi pengenalan wajah seperti yang terlihat di film-film sci-fi. Teknologi tersebut diperkenalkan oleh Customs and Border Protection (CBP). Jadi, mereka cukup memindai wajah saja untuk mengenali identitas. Namun, ini baru dilakukan di Amerika Serikat saja.

Petugas di Bandara George Bush Intercontinental di Houston dan Bandara Internasional Logan di Boston awal pekan ini mulai menerapkan teknologi ini. Mereka memindai wajah para warga dan penumpang lainnya dengan penerbangan tertentu.

Congress Amerika tentunya memiliki sembilan undang-undang yang mengesahkan penggunaan teknologi biometrik tersebut pada warga negara non-Amerika sebagai cara untuk memverifikasi kapan warga negara asing tersebut masuk dan keluar dari Negara Amerika. Namun, mereka tidak pernah mengizinkan undang-undang tersebut untuk warga negara Amerika. Hal tersebut diutarakan menurut pakar hukum pengawasan.

“Ini membingungkan,” kata Harrison Rudolph, seorang rekan hukum di Universitas Georgetown yang berfokus pada persimpangan teknologi dan kebijakan hukum. “Ada alasan untuk berpikir bahwa peluncuran ini baru dimulai, dan lebih banyak lagi bandara yang akan mulai beroperasi, atau lebih banyak perusahaan penerbangan akan menerapkan pengenalan wajah di gerbang asrama.”

Dalam pengumumannya untuk Houston, CBP menulis bahwa foto warga Amerika yang berhasil dicocokkan dengan foto paspor secara otomatis. Jadi, wajah mereka adalah boarding pass baru. Badan hukum milik Amerika tersebut kemudian menawarkan kepastian bahwa pejabatnya berkomitmen terhadap kerahasiaan. Tidak banyak yang mampu melarang CBP untuk membagikan foto-foto tersebut dengan penegak hukum lainnya.

Terlepas dari komitmen itu, tidak banyak juga yang mencoba menghentikan CBP untuk membagikan foto-foto tersebut dengan penegak hukum lainnya. Pasalnya, belum diketahui apakah teknologi tersebut bisa membedakan wajah atau nama yang mirip dengan yang lainnya. Orang yang memiliki struktur wajah yang sama dengan yang lainnya akan sulit dibedakan.

Sejumlah bukti menunjukkan bahwa teknologi pengenalan wajah lebih cenderung salah mengidentifikasikan wanita, anak-anak, dan orang kulit hitam daripada orang kulit putih, yang setidaknya bisa mengakibatkan penundaan yang tidak perlu untuk kelompok orang tersebut.

Perintah eksekutif dari Presiden Donald Trump dikeluarkan pada tanggal 6 Maret yang secara rinci agar mempercepat rencana keluarnya biometrik untuk pelancong dalam lingkup ke Amerika Serikat. Ada alasan untuk memperdebatkan apa artinya itu dan dari dirinya sendiri. Namun, CBP tampaknya sudah bergerak melampaui cakupan pesanan dengan memasukkan warga Amerika di pemindaian wajah. Apakah Indonesia juga akan ikut menerapkan sistem ini? (RJN)

Comment

No More Posts Available.

No more pages to load.