Teknologi Pengenalan Wajah Mulai Digunakan Warga Amerika

- Redaksi

Senin, 3 Juli 2017 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com – Di zaman yang serba canggih ini, teknologi semakin berkembang pesat. Misalnya, teknologi pengenalan wajah seperti yang terlihat di film-film sci-fi. Teknologi tersebut diperkenalkan oleh Customs and Border Protection (CBP). Jadi, mereka cukup memindai wajah saja untuk mengenali identitas. Namun, ini baru dilakukan di Amerika Serikat saja.

Petugas di Bandara George Bush Intercontinental di Houston dan Bandara Internasional Logan di Boston awal pekan ini mulai menerapkan teknologi ini. Mereka memindai wajah para warga dan penumpang lainnya dengan penerbangan tertentu.

Congress Amerika tentunya memiliki sembilan undang-undang yang mengesahkan penggunaan teknologi biometrik tersebut pada warga negara non-Amerika sebagai cara untuk memverifikasi kapan warga negara asing tersebut masuk dan keluar dari Negara Amerika. Namun, mereka tidak pernah mengizinkan undang-undang tersebut untuk warga negara Amerika. Hal tersebut diutarakan menurut pakar hukum pengawasan.

Baca Juga :  Pergantian Tahu Baru, Trafik 4G LTE XL Axiata Melonjak Hingga 300%

“Ini membingungkan,” kata Harrison Rudolph, seorang rekan hukum di Universitas Georgetown yang berfokus pada persimpangan teknologi dan kebijakan hukum. “Ada alasan untuk berpikir bahwa peluncuran ini baru dimulai, dan lebih banyak lagi bandara yang akan mulai beroperasi, atau lebih banyak perusahaan penerbangan akan menerapkan pengenalan wajah di gerbang asrama.”

Dalam pengumumannya untuk Houston, CBP menulis bahwa foto warga Amerika yang berhasil dicocokkan dengan foto paspor secara otomatis. Jadi, wajah mereka adalah boarding pass baru. Badan hukum milik Amerika tersebut kemudian menawarkan kepastian bahwa pejabatnya berkomitmen terhadap kerahasiaan. Tidak banyak yang mampu melarang CBP untuk membagikan foto-foto tersebut dengan penegak hukum lainnya.

Baca Juga :  Isi Kuota Internet Atau Pulsa di Indomaret, Pelanggan XL Bisa Dapat Bonus Produk Coca-Cola dan Potongan Harga

Terlepas dari komitmen itu, tidak banyak juga yang mencoba menghentikan CBP untuk membagikan foto-foto tersebut dengan penegak hukum lainnya. Pasalnya, belum diketahui apakah teknologi tersebut bisa membedakan wajah atau nama yang mirip dengan yang lainnya. Orang yang memiliki struktur wajah yang sama dengan yang lainnya akan sulit dibedakan.

Baca Juga :  Kerja Sama XL Axiata-PAMA Sediakan Jaringan Hybrid LTE di Area Tambang

Sejumlah bukti menunjukkan bahwa teknologi pengenalan wajah lebih cenderung salah mengidentifikasikan wanita, anak-anak, dan orang kulit hitam daripada orang kulit putih, yang setidaknya bisa mengakibatkan penundaan yang tidak perlu untuk kelompok orang tersebut.

Perintah eksekutif dari Presiden Donald Trump dikeluarkan pada tanggal 6 Maret yang secara rinci agar mempercepat rencana keluarnya biometrik untuk pelancong dalam lingkup ke Amerika Serikat. Ada alasan untuk memperdebatkan apa artinya itu dan dari dirinya sendiri. Namun, CBP tampaknya sudah bergerak melampaui cakupan pesanan dengan memasukkan warga Amerika di pemindaian wajah. Apakah Indonesia juga akan ikut menerapkan sistem ini? (RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Jadi Negara Pertama Dunia, OMODA O4 Bawa Mobil Listrik AI Masa Depan
AXIS SHORTIES 2026 Dibuka, Kreator Muda Berpeluang Raih Pendanaan dan Hadiah Rp250 Juta
XLSMART Resmi Raih Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz
XLSMART Buka Female Future Leader 2026, Targetkan 200 Ribu Pendaftar dari Seluruh Indonesia
Isuzu Luncurkan Fitur Pintar, Armada Kini Bisa Dipantau Real-Time untuk Cegah Kecelakaan
XLSMART Gaspol Transformasi Digital! Luncurkan Ekosistem ESTA Berbasis AI & 5G di BRAVO 500 Summit 2026
Menkomdigi Meutya Hafid Ingatkan Risiko AI, Pemerintah Siapkan Regulasi Ketat
XLSMART Tancap Gas Awal 2026, Laba Melonjak 254 Persen dan 5G Makin Luas

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:44 WIB

Indonesia Jadi Negara Pertama Dunia, OMODA O4 Bawa Mobil Listrik AI Masa Depan

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:28 WIB

AXIS SHORTIES 2026 Dibuka, Kreator Muda Berpeluang Raih Pendanaan dan Hadiah Rp250 Juta

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:03 WIB

XLSMART Resmi Raih Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz

Sabtu, 4 Juli 2026 - 16:00 WIB

XLSMART Buka Female Future Leader 2026, Targetkan 200 Ribu Pendaftar dari Seluruh Indonesia

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:43 WIB

Isuzu Luncurkan Fitur Pintar, Armada Kini Bisa Dipantau Real-Time untuk Cegah Kecelakaan

Berita Terbaru