oleh

Suharso Manoarfa Bakar Semangat Kader PPP Kabupaten Bekasi

RJN, Bekasi– Kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa ke Sekretariat DPC PPP Kabupaten Bekasi di Eks RM Gazebo, Cibitung, tampaknya membakar semangat ratusan kader yang hadir, Senin (8/4/2019) pagi.

Mantan menteri Perumahan Rakyat era Presiden SBY itu meminta agar kemenangan PPP linier, mulai dari tingkat kabupaten-kota hingga ke DPR RI.

“Kemenangan harus tegak lurus. Misal di DPR RI 100, provinsi 100, kabupaten 100. Bukan Kabupaten 150, provinsi 170, tapi DPR RI cuma 120,” ucap pria 64 tahun itu pada sambutan.

Dra. Hj. Wardatul Asriah Mendampingi Plt. Ketum DPP PPP Suharjo Manoarfa

“Seringkali suara kita bocor dan tidak dalam satu tabung, tidak satu selongsong. Padahal kita harus satu seperti batang pohon, jadi satu dari bawah, dari DPR RI hasilnya ada sebuah kemenangan untuk PPP,” sambungnya.

Ia melihat ikatan emosional positif antara para kader PPP saat ini tengah menurun. Hal itu ia temui tak hanya di Kabupaten Bekasi, tetapi di seluruh daerah pemilihan (dapil) di pelosok nusantara.

Ketua DPC PPP Kabupaten Bekasi H. Anwar Musyadad Bincang Santai dengan Plt. Ketum DPP PPP Suharso Manoarfa.

“Ikatan emosi ditingkahi dengan sifat-sifat saling memburukkan, menyikut, menjelekkan. Tidak ada ketulusam keinginan kita bahwa dia juga adalah bagian dari diri kita sendiri. Yang ada kan, ini daerah Ibu Wardah, untuk apa? Mending masuk daerah sana,” katanya sembari memberi contoh kasus.

Massa PPP yang hadir dalam rangka kunjungan Suharso Monoarfa di kali itu didominasi kaum ibu. Anggota DPR RI 2 periode itu menyoroti peran kaum ibu yang cenderung lebih militan dan berpengaruh.

“Kalau ibu-ibu bisa memengaruhi yang sekasur. Jangan sampai juga yang sedapur bocor suaranya, buatlah mereka memilih kakbah,” katanya.

Sedapur yang ia maksud adalah anggota keluarga serumah, seperti anak, menantu, mertua, orang tua dan lainnya.

Lolos parliamentary threshold

Ia meminta para kader PPP di Kabupaten Bekasi tidak mengesampingkan suara untuk DPR RI karena itu penting agar PPP dapat lolos di Senayan.

“Bukan suara DPRD provinsi, bukan DPRD kabupaten-kota yang akan dihitung untuk parliamentary threshold. Yang akan menentukan nasib PPP dalam kancah politik nasional adalah suara untuk DPR RI,” kata ayah 3 anak ini.

“Jangan Pak Anwar (Ketua DPC PPP Kabupaten Bekasi, Red) mikir dirinya sendiri. Justru sekarang kita harus pilih yang penting DPR RI. Tidak ada alasan, ajak sebanyak-banyaknya orang untuk memilik. Kalau tak mau coblos A, B, C, D. Saya minta ‘Yuk, coblos kakbah!”,” sambungnya.

Kader PPP Kabupaten Bekasi. (Andi Saddam/pojokbekasi.com)

Ia memberi sedikit gambaran mengenai berapa banyak yang harus dicapai PPP agar lolos parliamentary threshold. Misalkan total ada 160 juta surat suara sah. Angka itu sudah dikurangi surat suara tidak sah dan surat suara rusak.

“PPP harus mendapatkan angka 6,8 juta suara. Kalau tidak capai angka itu, kurang satu pun, batal. Boleh punya anggota DPRD provinsi dan kabupaten, tapi partai kita tidak eksis secara nasional,” katanya.

Sisa waktu efektif untuk berkampanye sebanyak 5 hari ke depan dapat dimanfaatkan para kader, pesan Suharso. Ia mengaku optimistis melihat pergerakan PPP di Kabupaten Bekasi.

“Jadi hari ini, sampai 5 hari ke depan. Saya percaya sama ibu-ibu yang jalannya lebih panjang dan lebih luas. Saya optimistis kalau lihat ibu-ibu seperti ini,” demikian Suharso.

4 Lembaga Survei: PPP belum lolos parliamentary threshold

Berdasarkan survei LSI Denny JA pada 18-26 Maret 2019, PPP tidak termasuk partai politik yang lolos parliamentary threshold dengan suara di bawah 5 persen.

Hasil yang sama juga terdapat pada survei CSIC pada 15-22 Maret 2019, PPP hanya meraup 4,3 persen suara.

Pada survei Roy Morgan, PPP meraih 3 persen suara. Pada survei Konsep Indonesia, PPP hanya meraup 2,2 persen.

Itu berbeda dengan survei Indikator Politik Indonesia, PPP lolos parliamentary threshold dengan perolehan 4,9 persen.

(ziz/rjn)

Komentar

News Feed