Salah Kaprah Arti Perpustakaan 400 Kota Cirebon

- Redaksi

Rabu, 27 Maret 2019 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN,Cirebon– Perpustakaan 400 Kota Cirebon merupakan perpustakaan umum milik Pemerintah Kota Cirebon yang terletak di Jalan Brigjen Dharsono (By Pass) Kota Cirebon. Perpustakaan ini masih satu area dengan Dinas Keperpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon.

Bangunan Perpustakaan 400 sendiri terdiri dari dua lantai, dengan lantai satu digunakan untuk tempat membaca dan menyimpan rak-rak buku. Sedangkan lantai dua digunakan untuk tempat kegiatan literasi. Bagian depan perpustakaan ini dicat biru dengan aksen harus berwarna merah, dan diberi hiasan Topeng Cirebon serta batik.

Banyak masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya yang salah kaprah tentang arti ‘400’ pada nama Perpustakaan 400. Banyak yang mengira dan salah kaprah, kalau asal mula nama ‘400’ berasal dari jumlah buku pada saat awal didirikannya perpustakaan, berjumlah 400 buku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Keperpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon, Moch. Korneli, membantah hal tersebut. Menurutnya, nama ‘400’ berasal dari Batalion 400 Tentara Pelajar Brigade XVII Siliwangi. Karena, perpustakaan ini didirikan oleh Ikatan Keluarga Batalion 400 Tentara Pelajar Brigade XVII Siliwangi pada tahun 1980-an, untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang tergabung dalam Batalion 400 Tentara Pelajar Brigade XVII Siliwangi.

Baca Juga :  Kirab Pemilu 2024, Pj. Wali Kota Bekasi: "Bersama Tentukan Arah Bangsa dan Negara 5 Tahun ke Depan"

“Jadi 400 itu bukan jumlah buku, tapi dari Batalion 400 Tentara Pelajar Brigade XVII Siliwangi,” jelasnya saat ditemui Dejabar.id di Perpustakaan 400, pada Senin (25/3/2019).

Para tentara pelajar yang terdiri dari pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa tersebut, kemudian ditawari apakah akan melanjutkan pendidikan militer dan masuk ke ABRI atau Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (saat ini menjadi TNI), atau kembali melanjutkan pendidikan.

“Saya sendiri merupakan salah satu tentara pelajar yang memilih melanjutkan pendidikan ke Eropa,” jelasnya.

Korneli menjelaskan, pada tahun 1984 saat Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Umum Kotamadya Dati II Cirebon di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, pihak Ikatan Keluarga Batalion 400 bersedia menyumbangkan tanah beserta bangunan perpustakaan di dalamnya untuk dijadikan perpustakaan umum daerah. Sedangkan peresmian penggunaannya dilakukan oleh Ketua Ikatan Keluarga Batalion 400 Tentara Pelajar Brigade XVII Siliwangi, Drs. H. Salamun A.T. pada tanggal 10 November 1984.

Baca Juga :  Serikat Pejuang Tani Desak Pemkab Dukung Program IPHPS

Setelah resmi beroperasi, lanjutnya, dari tahun 1984 hingga sekarang status perpustakaan tidak selalu berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 1990, UPT Perpustakaan Umum Kotamadya Dati II Cirebon beralih status menjadi Unit Pelaksana Teknis yang berada di bawah Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotamadya Dati II Cirebon.

Sebelas tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2001, masih tetap di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotamadya Dati II Cirebon, perpustakaan berganti nama menjadi Kantor Perpustakaan Umum Daerah Kota Cirebon. Dan, pada tahun 2004 berganti nama lagi menjadi Bidang Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon di bawah Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Bapuspida) Provinsi Jawa Barat.

Pada tahun 2008, berdasarkan Peraturan Daerah Kota Cirebon Nomor 15 Tahun 2008 maka digabunglah Kantor Perpustakaan Umum dan Kantor Arsip Daerah Kota Cirebon, sehingga berubah namanya menjadi Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Cirebon.

Baca Juga :  Pansus VII DPRD Jabar Kunker ke PTB, Bahas Ini

Lalu sekitar 6 tahun yang lalu, lanjutnya, bangunan lama Perpustakaan 400 dirombak total dan dibangun kembali menjadi seperti sekarang ini, dengan ditambahi beberapa fasilitas seperti ruang baca khusus anak, ruang khusus literasi, tempat baca yang nyaman, dan lain-lain.

Korneli mengakui, dulunya ada beberapa kepala dinas yang hendak mengganti nama Perpustakaan 400. Namun, dirinya menilai kepala dinas tersebut tidak mengerti apa-apa tentang sejarahnya. Padahal, perpustakaan ini pernah menjadi juara 2 tingkat nasional, karena menjadi sumber referensi bagi beberapa perguruan tinggi favorit di Indonesia.

Untuk itu, dirinya ingin Perpustakaan 400 saat ini bisa menjadi juara kembali, melanjutkan juara yang sebelumnya. Karena itu, berbagai kegiatan literasi dilaksanakan di perpustakaan, meskipun bangunannya yang baru saat ini tidak menunjukkan nilai seni sama sekali.

“Bangunan ini memang tidak menunjukkan nilai seni, tapi di dalamnya harus dipermanis dengan kegiatan literasi,” pungkasnya.(pri/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Universitas Pelita Bangsa Edukasi Warga Bekasi, Kekerasan terhadap Hewan Bisa Berujung Hukum
Sosialisasi SPMB di Kabupaten Bekasi Diperkuat, Pranoto Tekankan Pencegahan Masalah PPDB
DPRD Bekasi Warning Disdik, SPMB 2026 Jangan Sampai Chaos Lagi
Tri Adhianto Tegaskan SPMB Bekasi Tanpa Titipan, Gandeng Kejari
Asep Surya Bikin Heboh Galaksi SDIT An-Nur, Siswa Diminta Berani Mimpi Besar
Pendidikan Karakter Jadi Sorotan
Perda Perlindungan Guru Bekasi Dinilai Mendesak, Kadisdik Soroti Keamanan Pendidik

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:49 WIB

Universitas Pelita Bangsa Edukasi Warga Bekasi, Kekerasan terhadap Hewan Bisa Berujung Hukum

Senin, 11 Mei 2026 - 13:59 WIB

Sosialisasi SPMB di Kabupaten Bekasi Diperkuat, Pranoto Tekankan Pencegahan Masalah PPDB

Senin, 4 Mei 2026 - 10:00 WIB

DPRD Bekasi Warning Disdik, SPMB 2026 Jangan Sampai Chaos Lagi

Senin, 4 Mei 2026 - 09:43 WIB

Tri Adhianto Tegaskan SPMB Bekasi Tanpa Titipan, Gandeng Kejari

Berita Terbaru

Bekasi

Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ

Senin, 25 Mei 2026 - 09:37 WIB