Ribuan Warga Masyarakat Panjalu Hadiri Rangkaian Prosesi Adat Ritual

- Redaksi

Senin, 18 Desember 2017 - 18:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

šŸŽÆ Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Ciamis – Ribuan warga masyarakat Panjalu hadir untuk mengikuti rangkaian prosesi adat ritual penyucian benda-benda pusaka peninggalan Prabu Sanghyang Borosngora, para raja, dan Bupati Panjalu juga penerusnya yang tersimpan di Pasucian Bumi Alit. Senin, (18/12) Siang tadi. Ritual upacara tersebut dilaksanakan di Taman Borosngora, Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis.

Acara yang digelar setiap bulan maulud satu tahun sekali ini dilaksanakan untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Nyangku juga dilakukan untuk mengenang raja yang menyerukan agama islam yakni Prabu Borosngora.

Baca Juga :  Tips Sukses Tes CPNS, Yuk Ikuti Try Out

Upacara Nyangku dimulai sekitar pukul 07:00 Wib, yang diawali dengan mengeluarkan benda – benda pusaka peninggalan raja Panjalu dari Musium Bumi Alit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutkan, benda pusaka tersebut diarak dengan cara diais oleh para keturunan raja Panjalu serta masyarakat yang terpilih dengan diiringi sholawat nabi menuju Nusa Gede, yakni sebuah pulau kecil ditengah-tengah situ lengkong menggunakan perahu yang sudah disediakan.

Baca Juga :  Klaim Tanah Dikawasan IKN Diajukan Masyarakat Adat sampai Kelompok Taniļæ¼

Setelah itu, benda pusaka dibawa kembali ke Taman Borosngora untuk dibersihkan menggunakan air karomah tirta kahuripan. Yaitu Sembilan mata air yang diambil dari Situ Lengkong, Karantenan Gunung Sawal, Kapunduhan (Makam Prabu Rahyang kuning), Cipanjalu, Kubang Kelong, Pasanggrahan, Bongbang Kancana, Ciomas dan Gunung Bitung khusus untuk membersihkan benda pusaka peninggalan raja Panjalu.

Prosesi pertama dilakukan dengan membuka pembungkus pusaka diatas panggung kemudian dibawa menuju tempat pembersihan yang terbuat dari bambu yang terletak di tengah-tengah taman.

Baca Juga :  Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Ciamis Lakukan Sosialisasi Tata Cara Pemilihan dan Penyembelihan Hewan Qurban

Setelah dibersihkan, benda pusaka kemudian dikeringkan dengan cara diasapi diatas bara yang memakai wangi-wangian lalu dibungkus dan dikembalikan ke pasucian museum bumi alit.

Ketua panitia pelaksana Nyangku, Rd Hendar Cakradinatamengatakan, Nyangku dimaksudkan sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Nabi Muhammad SAW.

ā€œSebagai produk budaya, Nyangku memiliki nilai strategis terhadap akhlak masyarakat dan kearifan lokal di Panjalu.ā€ Jelasnya.Ā (red/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lubang Misterius Muncul di Ciamis Usai Hujan Deras, Warga Cemas Tanah Ambles
Kasus Ciki Ngebul, Wagub Jabar Cek Pabrik Jajanan Anak di Ciamis
Incar Calon Fleet, SSPM Bekasi Siapkan Strategi Ini…
Wagub Jabar Dukung Persatuan lewat Silaturahmi Kebinekaan di Ciamis
Jasa Marga, Pindad dan Djakarta Lloyd Salurkan CSR di Ciamis
TKW Asal Ciamis Meninggal di Singapura
Tips Sukses Tes CPNS, Yuk Ikuti Try Out
Hadapi Kekeringan di Jawa Barat, Kementan Terapkan Teknologi PAT-BO

Berita Terkait

Kamis, 23 Oktober 2025 - 08:24 WIB

Lubang Misterius Muncul di Ciamis Usai Hujan Deras, Warga Cemas Tanah Ambles

Sabtu, 14 Januari 2023 - 21:45 WIB

Kasus Ciki Ngebul, Wagub Jabar Cek Pabrik Jajanan Anak di Ciamis

Minggu, 29 Mei 2022 - 16:16 WIB

Incar Calon Fleet, SSPM Bekasi Siapkan Strategi Ini…

Kamis, 27 Agustus 2020 - 07:25 WIB

Wagub Jabar Dukung Persatuan lewat Silaturahmi Kebinekaan di Ciamis

Kamis, 4 April 2019 - 12:56 WIB

Jasa Marga, Pindad dan Djakarta Lloyd Salurkan CSR di Ciamis

Berita Terbaru