Revolusi Mental Lewat Perbaikan Konsep Pendidikan dan Moderasi Agama

- Redaksi

Jumat, 3 Juli 2020 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila melalui siaran langsung dari televisi di rumahnya di Imbanagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (1/6/2020). Upacara dilaksanakan secara virtual lantaran pandemi COVID-19 belum mereda dan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat mewajibkan para peserta upacara melaporkan keikutsertaannya melalui foto kepada atasan langsung masing-masing.

i

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila melalui siaran langsung dari televisi di rumahnya di Imbanagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (1/6/2020). Upacara dilaksanakan secara virtual lantaran pandemi COVID-19 belum mereda dan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat mewajibkan para peserta upacara melaporkan keikutsertaannya melalui foto kepada atasan langsung masing-masing.

RJN, Jakarta – Sekretaris Gugus Tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) sekaligus Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK Nyoman Shuida mengatakan, persoalan pendidikan dan moderasi agama menjadi fokus perhatian dalam pelaksanaan revolusi mental.

Hal tersebut, kata Nyoman, beririsan dengan Kegiatan Prioritas ke-1 (KP1) terkait revolusi mental dalam sistem pendidikan dan Kegiatan Prioritas ke-3 (KP3) terkait revolusi mental dalam sistem sosial untuk memperkuat ketahanan, kualitas dan peran keluarga dan masyarakat. Maka dari itu, ia meminta Kemenag menyampaikan informasi dan strategi apa saja yang dilakukan agar kedua program prioritas bisa terlaksana dengan baik.

“Kami ingin mendapatkan arahan informasi dan strategi pelaksanaan dari Kemenag dalam rangka pelaksanaan PP1 yaitu dalam soal revolusi mental dan pembinaan pancasila. Khususnya KP1 dan KP3,” ujar Nyoman saat memimpin rapat koordinasi membahas program revolusi mental melalui konferensi video dari Jakarta, Kamis (02/07/2020).

Menag Fachrul Razi memaparkan, dalam pelaksanaan kegiatan revolusi mental di dua bidang kegiatan prioritas tersebut pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Dia memaparkan program-program yang dilakukan menekankan pada soal moderasi beragama di sektor pendidikan dan kehidupan bermasyarakat.

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan Kemenag yaitu membenahi materi ajar yang mengandung radikalisme, adanya rumah moderasi beragama di kampus UIN, dan program bimbingan perkawinan, dan pengoptimalam Forum Komunikasi antar Umat Beragama (FKUB) di berbagai daerah.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Umumkan 2.068 Orang Daftar Beasiswa Bantuan Pendidikan Pintar

Nyoman mengatakan pelaksanaan revolusi mental oleh Kemenag telah berjalan baik. Namun, menurutnya, karena adanya pandemi Covid-19 program-program yang ada harus menyesuaikan di masa pandemi saat ini.

“Mudah-mudahan setelah selesai pandemik ini bisa berjalan dan terlaksana dengan lebih baik. Saya mengucap terima kasih. Dalam renstra Kemenag saya lihat sudah mencakup KP1 dan KP3,” katanya.

Di akhir rapat, Nyoman meminta agar kementerian dan lembaga untuk membentuk gugus tugas revolusi mental di masing-masing instansinya untuk memudahkan pelaporan progress pelaksanaan revolusi mental.

“Sesuai amanat Inpres No.12 tahun 2016 kami tengah menyiapkan laporan pelaksanaan gerakan revolusi mental kepada Presiden. Kami menitipkan satu hal tentang gugas nasional revolusi mental. Kami sudah mengirimkan surat ke bapak menteri dan semua kementerian dan lembaga untuk membentuk gugus tugas di masing-masing kementeriannya,” pungkas Nyoman.

Baca Juga :  Paripurna DPRD Kota Bekasi Disepakati Perubahan Dua Perda

Revolusi Mental adalah salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024. Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) memiliki program khususnya pada pemajuan kebudayaan dan mental anak bangsa. Program prioritas (PP1) yang dibahas dalam rapat yakni Revolusi Mental dan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) selaku penanggung jawab GNRM melaksanakan rapat koordinasi bersama dengan Menteri Agama Fachrul Razi, perwakilan Bapennas, Kemendikbud, BKKBN, BPIP, serta anggota Gugus Tugas GNRM.

(sumber:kemenkominfo)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028
Tak Disangka! Perpustakaan SDN Wanasari 01 Cibitung Berubah Total, Dorong Literasi Siswa
Jangan Abaikan! Ini 5 Poin Penting dari Plt Bupati Bekasi untuk Pemerintahan Desa
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Pemkab Bekasi Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Dua Skema Atasi Sampah Burangkeng
Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 20:21 WIB

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 April 2026 - 13:15 WIB

Tak Disangka! Perpustakaan SDN Wanasari 01 Cibitung Berubah Total, Dorong Literasi Siswa

Selasa, 14 April 2026 - 11:33 WIB

Jangan Abaikan! Ini 5 Poin Penting dari Plt Bupati Bekasi untuk Pemerintahan Desa

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Rabu, 8 April 2026 - 07:09 WIB

Pemkab Bekasi Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !