Relevansi Tuntunan Habib Umar bin Ismail bin Yahya

- Redaksi

Sabtu, 28 Desember 2019 - 21:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon – Ikatan Remaja Masjid Nurul Huda Ciheurang Munjul, Astanajapura, Kabupaten Cirebon mengadakan kegiatan tentang ideologi dan histori Jama’ah Asyasyahadatain di Era Millenial, Sabtu (28/12/2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa narasumber lokal dan nasional khususnya generasi Jamaah Asyasyahadatain yang aktif melalui bidangnya masing-masing, seperti Ustadz Maula Asyari dari Alumnus UIN Syarif Hidayatullah, Habib Ali Ausath yang merupakan cucu dari pendiri Jamaah Asyasyahadatain serta Ustadz Yusuf Muhajir dari pondok pesantren miftahussa’adah kudus, Jawa tengah, “ujarnya Fadhil selaku Ketua Panitia.

Baca Juga :  MARAKA Kenalkan Sustainability dan Budaya kepada Siswa SMPN 4 Cibitung

Sedangkan menurut Abah Ali mengatakan, Keberadaan jama’ah asyasyahadatain Indonesia, khususnya di Cirebon merupakan bagian yang tak terpisahkan, baik di tinjau dari eksistensi nya maupun sejarah, jama’ah asyasyahadatain adalah teman baik sehingga menjadi ushwah dari seluruh manusia yang ada di dunia ini, “ujarnya.

” Tuntunan Habib Umar bin Ismail bin Yahya mencakup tuntunan Amaliah, qolbiah , dan fiqiah, bahwa tuntunan Habib Umar bin Ismail bin Yahya adalah pembentukan manusia unggul.”

Baca Juga :  Wali Kota Dukung Edukasi Kesiapsiagaan Sejak Usia Dini

Keinginan dari jama’ah asyasyahadatain di era milenial ini supaya ada nilai tuntunan lebih hidup bisa di pakai aplikatif bukan hanya sekedar simbol, kini jama’ah asyasyahadatain mampu mengikuti perkembangan teknologi tidak lepas dari tuntunan Habib Umar bin Ismail bin Yahya,” tutup ustadz Yusuf.

(gie/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Berita Terbaru