Kabupaten Bekasi – Puskesmas Muaragembong melaksanakan layanan Puskesmas Keliling (Pusling) untuk menjangkau warga terdampak banjir di sejumlah desa wilayah utara Kabupaten Bekasi. Layanan ini bertujuan memastikan akses pelayanan kesehatan tetap terpenuhi di tengah keterbatasan mobilitas akibat genangan banjir.
Kepala Puskesmas Muaragembong, dr. Ridwan Meito Tomanyira, menjelaskan bahwa layanan Pusling telah berjalan sejak minggu kedua Januari 2026. Pelayanan diberikan secara jemput bola pada posko-posko pengungsian tingkat RT dan RW di desa terdampak, dengan waktu pelayanan dari pagi hingga siang hari.
“Hingga saat ini, tenaga kesehatan Puskesmas Muaragembong telah memberikan pelayanan medis di sejumlah desa terdampak banjir melalui posko layanan kesehatan,” ujar dr. Ridwan, Jumat (30/01/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, kondisi geografis Muaragembong sebagai wilayah pesisir menyebabkan sebagian besar akses darat terputus. Untuk itu, tim medis memanfaatkan perahu yang difasilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan didukung pemerintah desa setempat guna menjangkau lokasi pelayanan.
“Petugas medis diantar menggunakan perahu menuju titik-titik pelayanan kesehatan sehingga layanan tetap dapat diberikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Ridwan menyampaikan bahwa keluhan kesehatan yang paling banyak dialami warga terdampak banjir meliputi diare, penyakit kulit, serta Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Ketersediaan obat-obatan mulai terbatas. Kami membutuhkan dukungan tambahan agar pelayanan kesehatan dapat terus berjalan optimal. Sementara itu, kasus yang memerlukan penanganan lanjutan akan dirujuk ke rumah sakit,” ungkapnya.
Meski dalam kondisi bencana, seluruh layanan Puskesmas Muaragembong tetap berjalan sesuai ketentuan. Layanan Posyandu dan Puskesmas Pembantu (Pustu) juga tetap beroperasi dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Puskesmas Muaragembong memastikan akan terus memantau kondisi kesehatan warga terdampak banjir serta melanjutkan layanan Puskesmas Keliling selama masa tanggap darurat bencana. (*)









