Puluhan Massa HMI Gelar Aksi dan Sholat Berjamaah Tuntut Bersihkan DPRD dari Korupsi

- Redaksi

Selasa, 11 Maret 2025 - 22:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Puluhan Massa HMI Gelar Aksi dan Sholat Berjamaah Tuntut Bersihkan DPRD dari Korupsi

i

Puluhan Massa HMI Gelar Aksi dan Sholat Berjamaah Tuntut Bersihkan DPRD dari Korupsi

Bekasi – Puluhan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Kabupaten Bekasi menggelar aksi unjuk rasa di Komplek Pemkab Bekasi pada Selasa (11/03/2024). Mereka menuntut transparansi dan penyelidikan atas dugaan korupsi dana pertanian senilai Rp10 miliar.

Mereka mendesak aparat penegak hukum segera mengusut dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Hibah Fisik sebesar Rp10 miliar yang diduga diselewengkan oleh seorang anggota DPRD Kabupaten Bekasi berinisial DS.

Massa aksi mulai berkumpul sejak pagi di depan gerbang kantor Bupati Bekasi sambil membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan mereka. Dengan lantang, mereka meneriakkan seruan perlawanan terhadap korupsi yang dinilai telah mencederai hak-hak petani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Sirojudin Rumadedey ini menyoroti keterlibatan oknum anggota DPRD Kabupaten Bekasi terpilih dari Partai Gerindra berinisial DS.

Tak hanya aksi demontrasi, sejumlah kader HMI se-Kabupaten Bekasi ini terpantau oleh awak media melakukan sholat dzuhur berjamaah ditengah menuntu oknum Wakil Rakyat ini.

Baca Juga :  Kadishub Kota Bekasi Tak Segan Memecat TKK yang Melanggar

“Ya tadi kawan-kawan gelar sholat dzuhur berjamaah,” tuturnya.

Lebih lanjut, dalam orasinya, Sirojudin menuduh oknum DPRD Kabupaten Bekasi itu telah menyalahgunakan dana yang seharusnya dialokasikan untuk kelompok petani.

“Dana 10 M tersebut dialokasikan untuk program khusus petani, tetapi justru diduga digunakan untuk kepentingan pribadi dalam memenangkan pemilihan anggota DPRD,” ujarnya di hadapan massa yang membawa spanduk dan poster tuntutan.

“Kabupaten Bekasi kembali tercoreng oleh skandal korupsi! Dana hibah yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan petani justru diduga disalahgunakan demi kepentingan politik pribadi dalam Pemilu 2024,” tegas Sirojudin.

Massa juga menuntut Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi, Arya Dwi Nugraha, untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan tersebut. Mereka mendesak agar Arya Dwi Nugraha hadir berdialog guna menjelaskan apakah ada keterlibatan fraksi Gerindra dalam alokasi dana tersebut.

Baca Juga :  Komisi II DPR RI Desak KPU dan Bawaslu Usut Tuntas Kasus Surat Suara Tercoblos

“Jika beliau tidak hadir, maka patut diduga dana ini telah dibagi-bagi di internal fraksi. Jika tidak merasa bersalah, hadapi kami secara terbuka!” seru Sirojudin.

Para pengunjuk rasa menegaskan bahwa aksi ini bertujuan menjaga integritas DPRD Kabupaten Bekasi dan menuntut pembersihan unsur-unsur korup di lembaga tersebut.

Selain mendesak tindakan hukum, massa juga mengancam akan menggelar aksi lanjutan di berbagai titik strategis jika tuntutan mereka diabaikan.

“Kami sudah melayangkan laporan ke Kejaksaan Tinggi, dan jika tidak ada respons, kami akan membawa kasus ini ke KPK,” tambah Sirojudin.

Mereka juga mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmen dalam memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya.

“Kami ingin melihat, apakah Gerindra benar-benar menjalankan komitmennya dalam memberantas korupsi, atau justru melindungi anggotanya yang terindikasi menyalahgunakan dana rakyat,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kecamatan Pondokmelati Mengadakan Lomba Gerak Jalan

Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan utama:

Tangkap dan Adili Oknum Koruptor
Mereka mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memeriksa serta menindak DS secara hukum.
Transparansi dari Partai Gerindra
Sebagai partai yang menaungi DS, DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi diminta memberikan klarifikasi terbuka kepada publik terkait kasus ini.
Bersihkan DPRD dari Korupsi
DPRD Kabupaten Bekasi diminta melakukan audit menyeluruh untuk memastikan para anggotanya bekerja demi rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak oknum DPRD Kabupaten Bekasi DS maupun Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi Arya Dwi Nugraha belum memberikan tanggapan resmi.

Pihak DPRD Kabupaten Bekasi dan Partai Gerindra diharapkan segera mengambil sikap guna menjaga kredibilitas lembaga dan partai di mata publik. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JTT Alihkan Truk Lowbed di SS Cikunir hingga 19 Oktober, Ini Jalur Alternatifnya
Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan
Belum Masuk 7 Besar, Remaja Cikarang Ini Justru Raih Penghargaan Berbakat
DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya
Pemkab Bekasi Diberi Tenggat 7 Hari, Wartawan Desak Kejelasan Pemeriksaan Kadis LH
Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog
Parlemen Bayangan Kritik Survei CELIOS, Nilai Zulhas Tak Layak Masuk Menteri Terburuk
SMAN 1 Tambun Selatan Perkuat Karakter Siswa di Era AI Lewat Program BAGEUR

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:55 WIB

JTT Alihkan Truk Lowbed di SS Cikunir hingga 19 Oktober, Ini Jalur Alternatifnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Belum Masuk 7 Besar, Remaja Cikarang Ini Justru Raih Penghargaan Berbakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Pemkab Bekasi Diberi Tenggat 7 Hari, Wartawan Desak Kejelasan Pemeriksaan Kadis LH

Berita Terbaru

Teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) dan Super AI Cockpit yang dikembangkan OMODA & JAECOO untuk menghadirkan pengalaman parkir otomatis dan interaksi cerdas antara kendaraan dan pengguna. Kedua teknologi tersebut akan diuji dalam ajang International User Summit di China pada 19–21 Oktober 2026.

Otomotif

OMODA & JAECOO Uji Teknologi Parkir Otomatis dan AI di China

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:43 WIB

Keterangan foto: Ilustrasi tindak pidana korupsi yang berdampak terhadap kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Jakarta

Prof Romli Nilai Korupsi Rugikan Hak Sosial Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:02 WIB

Kondisi bangunan Rumah Sakit Watunggong di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang akan didukung pembangunannya melalui bantuan kemanusiaan Rp2,1 miliar dari masyarakat Kota Bekasi.

Nasional

Warga Bekasi Galang Rp2,1 Miliar, Bangun Rumah Sakit di NTT

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:37 WIB