Pemkab Bekasi Terapkan Teknologi Tepat Guna untuk Pengelolaan Sampah Terpadu

- Redaksi

Jumat, 25 April 2025 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup mengambil langkah strategis dalam mengatasi permasalahan sampah dengan melakukan penataan menyeluruh terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Kecamatan Setu.

Upaya ini mencakup penerapan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan dari hulu hingga hilir, mulai dari pembenahan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) di berbagai wilayah hingga kolaborasi lintas dinas untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, mengatakan bahwa penataan tidak hanya dilakukan di area TPA, melainkan juga dimulai dari tingkat TPS dengan menerapkan konsep TPS3R (reduce, reuse, recycle). Metode ini dinilai efektif dalam menangani berbagai jenis sampah, terutama plastik, melalui proses pemilahan dan pemanfaatan kembali.

“Cara kerjanya nanti akan menyerupai sistem yang sudah berjalan di Pusat Daur Ulang Sampah Terpadu dan bank sampah, di mana semua jenis sampah akan dipilah terlebih dahulu untuk mempermudah proses pengelolaan,” ujar Donny pada Jumat (25/04/2025).

Ia menjelaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bekasi di bawah kepemimpinan Bupati Ade Kuswara Kunang dalam menangani persoalan sampah secara terpadu. Pada tahun 2025, penataan TPA Burangkeng akan melibatkan sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Perkimtan, Dinas PUPR, dan Dinas Cipta Karya.

Rencananya, akan dilakukan perluasan lahan seluas 2 hektar oleh Dinas Perkimtan, pembangunan hanggar oleh Dinas PUPR, dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) oleh Dinas Cipta Karya.

Baca Juga :  BMPS Ancam Gugat Disdik Kota Bekasi soal Penetapan Rombel

Sementara itu, DLH akan menyediakan peralatan penunjang proses pengelolaan.

Selain itu, pengembangan TPS3R juga terus digencarkan di berbagai titik TPS yang ada di Kabupaten Bekasi. Langkah ini dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat melalui pembinaan dan pengembangan pusat-pusat daur ulang dan bank sampah di tingkat desa.

“Di lahan 2 hektar itu, nantinya akan dibangun fasilitas pengolahan dengan teknologi tepat guna. Sampah organik akan dipilah antara food waste dan non-food waste. Untuk food waste akan dimanfaatkan untuk budidaya maggot, sedangkan non-organik akan dilakukan pengepresan dan distribusi ke offtaker yang sudah siap,” jelasnya.

Terkait rencana pengadaan incinerator sampah ramah lingkungan di tiap desa dan kelurahan, Donny menyebutkan bahwa program tersebut masih dalam tahap kajian.

Baca Juga :  Walikota Azis Masih Mencari Solusi Transportasi Berbasis Online

Inisiatif ini berasal dari Gubernur Jawa Barat melalui Bupati Bekasi, dan sedang dievaluasi dari sisi anggaran serta kesesuaian alat dengan standar ramah lingkungan yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

“Pengadaan incinerator sedang dikaji, baik dari kemampuan anggaran maupun kualitas alatnya. Rencananya akan dibahas lebih lanjut oleh Pak Bupati bersama Pak Gubernur,” pungkasnya.

Dengan penerapan teknologi tepat guna dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Bekasi berharap pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Upaya ini tidak hanya ditujukan untuk mengurangi beban TPA Burangkeng, tetapi juga sebagai langkah nyata menuju Kabupaten Bekasi yang bersih, sehat, dan berkelanjutan dalam jangka panjang. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul
Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter
Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa
Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu
Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial
JTT Siagakan Layanan Operasional Trans Jawa Antisipasi Lonjakan Arus Libur Iduladha 2026

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:16 WIB

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:56 WIB

Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:36 WIB

Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:25 WIB

Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:59 WIB

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru

Berita Terbaru