RJN, Cirebon – Pernah termasyhur pada era tahun 90 an, Desa Curug Wetan sebagai penghasil batu bata merah yang berkualitas, ternyata masih memiliki permasahalan ketika musim penghujan tiba, kawasan padat penduduk masih belum memiliki saluran yang mampu menampung volume air dikala intensitas hujannya tinggi.
Guna mengantisipasi musim penghujan yang mengakibatkan banjir, Pemerintah Desa setempat melakukan pembangunan infrastructure pelabaran spal bertulang di kawasan padat Penduduk yang menjadi langganan meluapnya air hujan.
Solusi yang diambil untuk menghadapi musim penghujan Pemerintah Desa Curug Wetan membangun spal bertulang dilokasi pemukiman padat penduduk, seperti diungkap oleh Anggota TPK, Suherman mengatakan seperti yang telah tertuang dalam APBDes pada tahun ini, Tim Pelaksana Kerja (TPK) Desa Curug Wetan melaksanakan program pembangunan spal bertulang di Dusun 2 tepatnya di RT 1 RW 4 yang kerap dilanda banjir akibat luapan air hujan yang tidak tertampung pada saluran air yang kecil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami dalam proses pembangunan infrastructure di Dusun 2, karena disini saluran airnya sangat kecil jika tidak diperbesar maka bisa dipastikan kawasan ini akan banjir,”ungkapnya kepada rakyatjabarnews.com saat ditemui di lokasi rawan banjir, Kamis (25/10/2018).
Sedangkan menurut Ekbang setempat, Agus mengatakan jika musim penghujan otomatis air naik sehingga ketua RT setempat mengajukan pembangunan spal yang lebih lebar agar mampu menamung luapan air hujan.
“Kami menerima pengajuan dari RT disini pada saat musyawarah dusun dan pada tahun ini kami melakukan pembangunan spal bertulang yang lebih besar.”
Agus menambahakan dengan adanya pelebaran pada saluran air maka di harapkan jika nanti pada saat musim hujan warga di sini tidak kebanjiran lagi,”tandasnya.(Ymd/rjn)









