Pembatasan Sampah Plastik, Pemkot Cirebon akan Terbitkan Peraturan Daerah

- Redaksi

Selasa, 3 September 2019 - 19:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon– Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon akan memaksa warganya untuk mengelola sampah plastik. Hal ini akan tertuang pada Peraturan Daerah (Perda) pembatasan kantong plastik yang akan diterbitkan.

Melalui Perda itu, Pemkot benar-benar mengikat warganya agar mengelola sampah plastik mulai dari tingkat rumah tangga hingga tempat pembuangan akhir. Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah khususnya sampah plastik masih minim, hal ini terlihat dari garis pantai Kota Cirebon sepanjang 7 km didominasi oleh sampah plastik.
Menurut Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, untuk hal-hal yang baik masyarakat harus dipaksa, karena ini untuk kepentingan bersama.
“Jika ada perda, maka akan ada sanksi yang diberikan. Untuk sesuatu yang baik, masyarakat sudah harus dipaksa,” katanya, Selasa (3/9).
Ia mengatakan, surat edaran dari pemerintah pusat memang sudah ada, tapi itu saja tidak cukup. Karena itu, lanjut Azis, pihaknya akan secepatnya membuat perda mengenai pengaturan penggunaan kantong plastik. Tujuannya jelas, untuk mengurangi limbah plastik di Kota Cirebon.
“Dibutuhkan peraturan daerah yang bisa mengikat agar sampah plastik tidak semakin menggunung,” ujarnya.
Letak pemukiman penduduk sangat dekat dengan pantai, sehingga potensi laut menjadi kotor dengan berbagai sampah, termasuk sampah-sampah plastik juga sangat besar.
“Membersihkan laut dari sampah tidak boleh hanya sekedar kerja bakti saja. Tapi harus ada program yang tepat,” pungkasnya. 
(gie/rjn)
Baca Juga :  Tri Adhianto: Sudah Kami Minta Penanganan Kali Bekasi Melibatkan Kementerian LH
Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi
18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:53 WIB

BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Berita Terbaru

Teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) dan Super AI Cockpit yang dikembangkan OMODA & JAECOO untuk menghadirkan pengalaman parkir otomatis dan interaksi cerdas antara kendaraan dan pengguna. Kedua teknologi tersebut akan diuji dalam ajang International User Summit di China pada 19–21 Oktober 2026.

Otomotif

OMODA & JAECOO Uji Teknologi Parkir Otomatis dan AI di China

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:43 WIB