oleh

Parah, PLN Minta Biaya Pemindahan Tiang Gardu Listrik pada Pemilik Lahan

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Joni (45), seorang warga Desa Lemahabang Kulon Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon harus menelan pil pahit. Setelah 3 tahun mengajukan permohonan pemindahan aset PLN berupa tiang gardu listrik yang berada di atas lahan miliknya, menemui jalan buntu. Padahal pengajuan sudah dilayangkan baik ke kepada PLN Rayon Ciledug maupun PLN regional Jawa Barat di Kota Bandung sebanyak 5 kali.

Joni merasa tidak habis pikir pihak PLN tidak mau memindahkan tiang listrik yang dijadikan gardu dengan alasan tidak ada anggaran, dan meminta dirinya sebagai pemilik lahan yang harus menanggung biaya pemindahan tiang gardu sebesar Rp 90 jutaan.

“Saya ingin gardu tiang listrik itu dipindahkan ke pinggir lahan milik saya dengan tujuan agar tidak membahayakan, juga mengganggu usaha yang akan dibuka. Tapi kenapa PLN malah yang meminta saya yang menanggung biaya pemindahan gardu,” jelasnya saat ditemui awak media di bilangan Sindanglaut, Kamis (29/3).

Masih menurut Joni, hingga hari ini pihak PLN selalu berkelit jika tidak bisa memindahkan dengan alasan tidak memiliki anggaran untuk pemindahan tiang gardu.

“Kami sebagai masyarakat meminta keseriusan dari PLN untuk segera memindahkan gardu listrik ke pinggir lahan milik saya,” tegasnya.

Sedangkan menurut salah satu aktivis dari Lemabaga Swadaya Masyarakat LSM GMBI, Toat mengatakan, jika PLN dalam hal ini telah lalai dan merampas hak masyarakat untuk kelancaran berusaha. Apalagi selama ini PLN pun tidak menyewa lahan untuk tiang gardu di lahan milik masyarakat.

“Kami merasa perlu menyampaikan protes pada PLN Rayon Ciledug Kabupaten Cirebon agar permasalahan pemindahan gardu ini cepat terlaksana, karena selama ini PLN tidak sewa. Masa masyarakat yang harus bayar biaya pindah gardu. Apalagi sudah bertahun-tahun mengajukan,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Komentar

News Feed