Oknum Anggota LSM di Majalengka Terancam 5 Tahun Penjara

- Redaksi

Rabu, 11 September 2019 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Majalengka – Aksi yang dilakukan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pada 21 Agustus lalu berujung perkara hukum. Pasalnya, ucapan yang dilontarkan salah satu orator dinilai menghina seorang anggota polisi wanita (Polwan).

Adalah Yunita Sri Hastuti Kase (23), anggota Polwan yang bekerja di Polres Majalengka yang merasa dihina hingga memperkarakan kasus ini setelah salah seorang orator saat aksi berkata: ‘Ibu jangan mau jadi pelacur yang dibayar Rp50 ribu’.

Baca Juga :  Sudah 9 Bulan Kasus Pembunuhan Misterius Ibu dan Anak di Subang Belum Terungkap

Merasa mendapatkan penghinaan dan dipermalukan, Yunita tidak terima dan melaporkannya ke Satreskrim Polres Majalengka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono membenarkan penangkapan terhadap oknum anggota salah satu LSM bernama Apu Safrudin alias Afred (46).

Afred diketahui merupakan warga Desa Kasturi, Kecamatan Cikijing yang dinilai telah melakukan penghinaan dan menpermalukan salah satu anggota Polwan yang sedang melaksanakan tugas menjadi negosiator.

Baca Juga :  Tim BPBD Kuningan Berhasil Padamkan Sisa Kebakaran di Ciremai

Kapolres menjelaskan, kejadiaan tersebut bermula ketika salah satu LSM melakukan aksi di depan salah satu hotel berbintang di Majalengka.

Kemudian saat melakukan orasi, pelaku melontarkan kata-kata yang berkonotasi menghina dan melecehkan sambil menunjuk salah satu anggota di antara 10 orang anggota Polwan yang saat itu sedang mengamankan aksi.

“Pelaku berkata ‘Ibu jangan mau jadi pelacur yang dibayar sebesar Rp50 ribu’ dan menunjuk tepat kepada Polwan,” ungkapnya Kapolres Rabu (11/9/2019).

Baca Juga :  LOKALATE Ajak Anak Muda Indonesia Bantu Teman-Teman Difabel melalui Gerakan #SobatMelekInklusif

Lebih lanjut Kapolres, dari hasil pemeriksaan korban, Saksi-saksi kemudian saksi ahli bahasa dan saksi ahli pidana yang dilakukan oleh Penyidik pelaku terjerat dengan Pasal 316 KUHP Subs Pasal 311 KUHPidana dengan ancaman hukuman selama lamanya 5 (lima) tahun 4 (empat) Bulan Penjara.

(kii/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Minta Uang Miras, Pria Mabuk Bunuh Tuan Rumah Pesta di Purwakarta
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN
Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall
MBZ Naik 76%
Mudik Gratis Bekasi Diserbu Warga! 1.458 Orang Berangkat Pakai 27 Bus ke Solo hingga Surabaya
Tri Adhianto Minta Dedi Mulyadi Percepat Pemisahan Aset Kota dan Kabupaten Bekasi

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Selasa, 7 April 2026 - 10:31 WIB

Minta Uang Miras, Pria Mabuk Bunuh Tuan Rumah Pesta di Purwakarta

Senin, 6 April 2026 - 17:05 WIB

Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Senin, 6 April 2026 - 10:10 WIB

Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN

Kamis, 2 April 2026 - 11:16 WIB

Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !