Ojeng, Produk Penumbuh Jenggot Karya Anak Bangsa yang Sudah Diekspor Hingga Australia

- Redaksi

Senin, 7 Agustus 2017 - 20:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Berawal dari kekurangannya, yakni tak memiliki bulu, karena memang tak ada keturunan yang berbulu, membuat Arif Budiman Suyono (30) membuat ide kreatifnya. Dia berhasil menciptakan sebuah produk krim penumbuh bulu bernama Ojeng.

“Awalnya, saya baca-baca khasiat rempah-rempah yang ada di Indonesia, seperti kemiri, minyak kelapa murni, daun mint, madu, dan lain-lain yang ternyata berlimpah. Lalu saya lihat cara bikin krim dari Youtube. Awal percobaan gagal, tadinya pakai daun mint asli, pas diaplikasikan ke kulit banyak serbuk-serbuk daun. Saya cari-cari daun mint yang sudah difermentasi. Akhirnya terciptalah sudah, yang tadinya saya tak ada bulu, akhirnya mulai tumbuh jenggot, kumis, bahkan bulu kaki,” jelasnya saat ditemui RakyatJabarNews.com pada Senin (7/8/2017).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menjelaskan kalau produknya ini sangat berkhasiat menumbuhkan bulu. Jadi, tak perlu harus memiliki keturunan berbulu saja yang tumbuh, yang tadinya kebotakan dan rambut rontok juga bisa tumbuh.

Uniknya, pria yang beralamat di Puri Taman Sari Blok F no. 7 Karya Mulya Kesambi, Kota Cirebon ini, melakukan semuanya sendiri. Mulai dari memproduksi, mengolah, admin media sosial, hingga packing. Dan dia sudah menjalani usahanya ini selama 9 bulan.

Baca Juga :  Remaja 15 Tahun 'Digilir' oleh 8 Gay

Nama Ojeng ini sendiri diambil dari singkatan Obat Jenggot. “Biar lebih mengena, gampang diinget,” tuturnya.

Karena dia melakukannya sendiri, maka dia memproduksinya di rumah atau home industry. Prosesnya sederhana, memakai alat-alat yang ada di rumah, pakai kompor, gelas-gelas kaca, dan sebagainya. Meskipun home industry, dia juga tetap memperhatikan hal-hal penting seperti kebersihan peralatan, keamanan, sarung tangan, masker, ruangan yang steril jauh dari bakteri, dan lain-lain.

 

 

Arif menjelaskan keunggulan produk hasil kreasinya ini adalah salah satu bahannya yang hanya tumbuh di Indonesia. Jadi, rambut bisa tumbuh 3-5 kali lebih cepat dari merek lain. “Sekitar satu bulan tumbuh, asal rutin dan istirahat yang cukup. Rambut dan kuku tumbuh di saat kita tidur. Jadi kalau gak teratur tidak maksimal,” jelas pemuda yang juga pernah menjadi penulis di salah satu media lokal Cirebon.

Baca Juga :  Sasar Cluster, SSPM Area Bekasi Kolab FKGW dalam Program Xforce Happy Weekend

“Alhamdulillah selama ini enggak ada kendala. Udah 9 bulan ini laku 1000 pcs, dan udah tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali. Dan sudah ekspor juga ke Australia,” jelas ayah satu anak ini.

Dia mengungkapkan, bahwa telah banyak yang membantu usahanya ini, terutama dari Danu Devano, salah satu finalis ajang The Cuts Indonesia, yang sekaligus juga temannya. “Udah banyak yang bantu dari teman-teman sekitar, kayak sebagian dari peserta The Cuts Indonesia seperti Danu Devano, Mas Oong, Hendra Hairock, Tengku Fadly, Iman Andjays, dan lain-lain.”

Sekali produksi, awalnya Arif cuma membuat 16 pcs saja. Sekarang, minimal 50 pcs. “Saya produksi malam saja. Kebetulan siangnya saya nemenin anak karena masih kecil. Jadi saya ngalah kerjakannya malam. Dan selesai sekitar jam 6 pagi,” akunya.

Dalam menjualnya, dia bisa via online dan offline. Dia memiliki distributor di tiap kota. Jadi, jika di Jakarta ada yang ingin membeli, maka diarahkan ke distributornya. Sedangkan untuk Cirebon sendiri sudah banyak toko yang menjualnya. Rumahnya hanya khusus untuk produksi saja.

Baca Juga :  PT KAI Berikan Diskon Hingga 40% Harga Tiket Bagi Pengguna Aplikasi KAI Access

“Saingan saya awalnya untuk produk-produk penumbuh ini istilahnya beban moril, seperti menjual benda gaib yang tak pasti. Karena belum tahu tumbuh atau tidak. Kalau tidak tumbuh kan jadi beban moril. Jadi Alhamdulillah tidak terlalu banyak saingan,” ungkap pemuda kelahiran Indramayu, 2 Oktober 1986 ini.

Meskipun baru 9 bulan usahanya ini berjalan, Arif mengaku kalau omset sebulan bisa mencapai 200 pcs. Dan dia menjual harga produknya Rp 160.000.

“Saya berharap pemerintah menaungi anak-anak muda yang kreatif, seperti pengurusan perizinan. Sampai sekarang, saya masih dipersulit untuk mengurus ke BPOM. Saya anak muda, punya produk hasil kreatif. Saya mau anak kreatif diperhatikan toh saya gak mabuk-mabuk, gak geng motor. Yang mabuk saja diperhatikan diberi satu wadah rehabilitas. Nah lalu pemuda yang kreatif tidak tersentuh untuk soal perizinan, pelayan perizinan untuk anak muda. Jadi, sayang ingin pemerintah lebih mempermudah bagi anak-anak muda yang kreatif,” harapnya. (Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris
Grand Zuri Jababeka Ikut Donor Darah, Perkuat Kepedulian Sosial di Lingkungan Kerja
Hari Pelanggan Nasional 2026, XLSMART Turun Langsung Dengarkan Keluhan Pelanggan
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
Tak Banyak yang Tahu, Hotel Manager Ini Pernah Jadi Staff Laundry hingga Driver
AXIS Ajak Anak Muda Mabar di Roblox Lewat AXISLAND

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:16 WIB

18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris

Kamis, 3 September 2026 - 19:49 WIB

Grand Zuri Jababeka Ikut Donor Darah, Perkuat Kepedulian Sosial di Lingkungan Kerja

Kamis, 3 September 2026 - 19:39 WIB

Hari Pelanggan Nasional 2026, XLSMART Turun Langsung Dengarkan Keluhan Pelanggan

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Berita Terbaru