Normalisasi Sungai di Pebayuran, Upaya Perkuat Tanggul dan Dukung Pertanian”

- Redaksi

Kamis, 8 Mei 2025 - 22:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Upaya Pemkab Bekasi: Normalisasi Sungai untuk Perkuat Tanggul dan Mendukung Pertanian di Pebayuran.

i

Upaya Pemkab Bekasi: Normalisasi Sungai untuk Perkuat Tanggul dan Mendukung Pertanian di Pebayuran.

Bekasi – Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi tengah melaksanakan kegiatan normalisasi sungai di lima titik lokasi yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Pebayuran. Proyek normalisasi ini bertujuan untuk memperkuat tanggul kritis, mencegah banjir selama musim hujan, serta menata sungai agar aliran air tetap lancar.

Camat Pebayuran, Hasyim Adnan Adha, dalam keterangan persnya pada Kamis (08/05/2025) menjelaskan bahwa normalisasi sungai tersebut akan dilakukan di beberapa sungai besar di wilayah tersebut, di antaranya Kali Pesiut (dua titik lokasi), Kali Segaran, Kali Camar, dan Kali Bakung. Lima titik normalisasi ini mencakup tujuh desa, yaitu Desa Karangharja, Desa Karangsegar, Desa Karangpatri, Desa Karangreja, Desa Karangjaya, Desa Bantarjaya, dan Desa Bantarsari.

Pentingnya Penanganan Tanggul Kritis

Hasyim menyatakan bahwa normalisasi sungai ini sangat penting untuk menangani tanggul-tanggul yang dalam kondisi kritis dan berisiko jebol, yang dapat menyebabkan bencana banjir di musim hujan. Pembersihan dan pengerukan sungai diharapkan dapat mengurangi risiko banjir, memperlancar aliran air, serta meningkatkan kapasitas penampungan air yang dapat dimanfaatkan pada musim kemarau.

“Normalisasi ini bertujuan untuk merespons aspirasi masyarakat, terutama para petani, yang menginginkan saluran air yang lebih lancar dan aman dari risiko banjir. Kami juga sangat mengapresiasi langkah ini karena dapat meningkatkan ketahanan wilayah kami terhadap banjir,” ujarnya.

Penertiban Bangunan Liar di Bantaran Sungai

Selain itu, Camat Hasyim menambahkan bahwa pihaknya juga mendukung penuh upaya penertiban bangunan liar (bangli) yang berada di bantaran sungai. Penertiban ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi lahan di sepanjang sempadan sungai agar dapat tercipta penataan sungai yang lebih rapi dan teratur. Penertiban bangli ini juga penting untuk menjaga kelancaran aliran air dan mencegah penyempitan badan sungai yang dapat memperburuk risiko banjir.

Baca Juga :  Hindari Musibah, JMD Minta Anies Audit Gedung di Jakarta

“Kami sangat mendukung penertiban bangli sesuai instruksi dari Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bekasi. Penataan sempadan yang baik ini tentunya akan memberikan dampak positif pada produktivitas pertanian dan mendorong hasil panen masyarakat,” jelas Hasyim.

Meningkatkan Produktivitas Pertanian

Proyek normalisasi sungai ini diharapkan dapat mendukung sektor pertanian, khususnya di musim kemarau. Dengan aliran air yang lancar, irigasi akan lebih optimal, memungkinkan area pertanian yang lebih luas dan meningkatkan hasil panen. Hasyim berharap bahwa normalisasi sungai ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya dalam mengurangi risiko banjir, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dengan pasokan air yang stabil.

Baca Juga :  Jelang Libur Panjang Akhir Januari, Tiga Ruas Tol di Regional Diprediksi Alami Peningkatan Volume Lalin

“Dengan normalisasi ini, kami berharap aliran air dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh petani, terutama di musim kemarau, dan juga bisa mencegah tanggul jebol saat musim hujan. Ini semua untuk mendongkrak hasil pertanian masyarakat,” tambahnya.

Kesimpulan

Kegiatan normalisasi sungai yang tengah dilaksanakan di Kecamatan Pebayuran adalah bagian dari upaya Pemkab Bekasi dalam memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana alam dan mendukung sektor pertanian. Dengan normalisasi sungai, penataan sempadan sungai yang lebih rapi, serta penertiban bangli di bantaran sungai, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih aman, teratur, dan mendukung peningkatan produktivitas pertanian bagi masyarakat setempat.

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JTT Alihkan Truk Lowbed di SS Cikunir hingga 19 Oktober, Ini Jalur Alternatifnya
Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan
Belum Masuk 7 Besar, Remaja Cikarang Ini Justru Raih Penghargaan Berbakat
DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya
Pemkab Bekasi Diberi Tenggat 7 Hari, Wartawan Desak Kejelasan Pemeriksaan Kadis LH
Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog
Parlemen Bayangan Kritik Survei CELIOS, Nilai Zulhas Tak Layak Masuk Menteri Terburuk
SMAN 1 Tambun Selatan Perkuat Karakter Siswa di Era AI Lewat Program BAGEUR

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:55 WIB

JTT Alihkan Truk Lowbed di SS Cikunir hingga 19 Oktober, Ini Jalur Alternatifnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Belum Masuk 7 Besar, Remaja Cikarang Ini Justru Raih Penghargaan Berbakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Pemkab Bekasi Diberi Tenggat 7 Hari, Wartawan Desak Kejelasan Pemeriksaan Kadis LH

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Pendidikan

Revitalisasi Sekolah Bekasi Tembus Rp64,8 Miliar, Ini Rinciannya

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:03 WIB