Microsoft Beri Peringatan Ke 10 Ribu Orang Peretas Antar Negara

- Redaksi

Jumat, 19 Juli 2019 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Teknologi – Microsoft memberi peringatan ke 10.000 orang bahwa peretas antar negara telah menargetkan akun mereka sejak tahun lalu.

Dilansir dari The Verge (19/7), raksasa perangkat lunak tersebut mengungkapkan bahwa sekitar 84% serangan siber ini menargetkan akun bisnis, sementara 16% sisanya menargetkan akun pribadi. Statistik mereka menunjukkan tingkatan dari serangan ini, dan sebanyak 1.600 Akun Microsoft pribadi telah terkena dampak dari peretasan ini.

Kebanyakan serangan siber ini berasal dari peretas di Iran, Korea Utara, dan Russia menurut Microsoft.

“Kami telah melihat aktivitas yang luas dari aktor yang kami sebut Holmium dan Merkurius beroperasi dari Iran, Thallium yang beroperasi dari Korea Utara, dan dua aktor yang beroperasi dari Rusia yang kami sebut Yttrium dan Strontium,” jelas Tom Burt, wakil presiden korporat untuk keamanan dan kepercayaan pelanggan di Microsoft.

Setidaknya satu dari kelompok ini, yang diidentifikasi oleh Microsoft sebagai Strontium, adalah perkumpulan Russian Fancy Bear yang sebelumnya telah terlibat dalam peretasan Komite Nasional Demokratik 2016 dan serangan NotPetya terhadap bank dan infrastruktur Ukrania pada Juni 2017.

Baca Juga :  Zaiman Dorong Ruang Publik di Perbanyak di Kota Bekasi

Microsoft menyoroti serangan-serangan ini sebagai bagian dari upaya untuk meyakinkan pejabat pemilu dan pemasok teknologi pemilu untuk memasukkan ElectionGuard, perangkat pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (SDK) Microsoft, ke dalam sistem mereka. ElectionGuard dirancang untuk menciptakan hasil terbuka bagi pihak ketiga untuk memvalidasi dengan aman, memungkinkan pemilih untuk memeriksa suara mereka dihitung, dan memastikan ada verifikasi pemilu yang end-to-end.

Microsoft memperingatkan tahun lalu bahwa kelompok peretasan antar negara itu telah menargetkan tiga kandidat jangka menengah, dan peringatan perusahaan kepada 10.000 pengguna dalam satu tahun terakhir menyoroti bahwa ini bukan masalah yang akan hilang dalam semalam. “Jadi masalahnya nyata dan tidak berkurang. Sudah saatnya menemukan solusi, ”kata Burt. “Pemerintah dan masyarakat sipil memiliki peran penting untuk dimainkan, tetapi industri teknologi juga memiliki tanggung jawab untuk membantu mempertahankan demokrasi.”

Baca Juga :  Bekasi Siapkan Satu Data Terpadu, DPRD Tekankan Pentingnya Data Desa Presisi

(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
XLSMART Tancap Gas Awal 2026, Laba Melonjak 254 Persen dan 5G Makin Luas
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:31 WIB

XLSMART Tancap Gas Awal 2026, Laba Melonjak 254 Persen dan 5G Makin Luas

Berita Terbaru