Lebih lanut kata Lina, Laju pengurangan massa otot akan semakin tinggi seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini penting diwaspadai karena berkurangnya massa otot dapat mengganggu kemampuan bergerak dan beraktivitas.
“Bagi yang berusia lanjut, asupan protein diketahui dapat berkaitan dengan risiko kondisi frailty syndrome, sebuah kondisi dengan karakteristik berkurangnya kemampuan fungsional dan fungsi adaptasi yang meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti jatuh, disabilitas, perawatan di rumah sakit, dan kematian,”tururnya.
Dengan massa dan kekuatan otot yang terjaga, kita akan dapat bebas bergerak, melakukan aktivitas sehari-hari, menjaga kekuatan tubuh dan keseimbangan sehingga tidak mudah jatuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebuah studi yang mempelajari hubungan antara kekuatan otot dan risiko kematianmenunjukkan bahwa mereka dengan kekuatan otot (massa otot) yang lebih tinggi memiliki risiko kematian yang lebih rendah, hingga 50%” ,tambah Lina
Demi mendukung kerja fungsi tubuh yang baik termasuk menjaga massa otot tetap optimal, adapun angka kecukupan protein yang disarankan berdasarkan Angka Kecukupan Gizi 2019 untuk pria usia 19-64 tahun adalah sebesar 65 gram dan 60 gram untuk wanita usia 19-64 tahun. Lisa Arianti, HiLo Brand Specialistmenyatakan, Selain bisa diperoleh dari makanan sehari-hari seperti ayam, telur, tempe, dan sebagainya, kebutuhan protein juga dapat dilengkapi dengan produk pendukung tinggi protein, salah satunya HiLo Protein UHT rasa Chocofit, susu tinggi protein yang praktis, dilengkapi dengan L-Carnitine dan kolagen untuk bantu #NabungOtot otot dari sekarang. Mengandung 12 gram protein per saji, HiLo Protein UHT rasa Chocofitmampu membantu pemenuhan asupan protein masyarakat Indonesia di segala usia.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









