Sementara itu, Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan Republik Indonesia, menyampaikan apresiasi kepada Jababeka yang telah meresmikan Jababeka Medical City demi ikut membantu hadirnya pelayanan kesehatan di masyarakat lebih optimal. Hal itu karena Kementerian Kesehatan Republik Indonesia butuh kerja sama lintas sektor, termasuk pihak swasta, dalam penyediaan pelayanan kesehatan optimal.
“Salah satu medical city ini bisa dari medical equipment-nya, bisa dari medical education-nya, bisa juga medical services-nya. Dan medical education, saya lihat sudah ada nih perguruan tinggi negerinya, Saya bilang ke pak Darmono, ‘kebutuhan dokter dan spesialis tinggi sekali’. Saya sih mendukung sekali lulusan-lulusan medical profesional dari perguruannya tinggi di Jababeka-nya ini (nanti) bisa mengalir menjaga kualitasnya tetap bagus. Karena, mau bagaimana,kita membutuhkan medical profesional dengan kualitas yang bagus,” terang Budi Gunadi Sadikin.
Dengan telah diresmikannya Jababeka Medical City, Budi Gunadi Sadikin pun berharap Jababeka medical city bisa berkembang, dan keberadaannya memberikan dampak baik kepada masyarakat luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peresmian Jababeka Medical City dilanjutkan dengan adanya sesi Temu Muka Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Dipimpin oleh S.D Darmono founder dan chairman PT Jababeka Tbk langsung, sesi ini membahas terkait “Jababeka Medical City dan upaya peningkatan kualitas pengobatan di Indonesia”. Acara sesi Temu Muka Menteri Kesehatan berjalan menarik.
Adapun acara tersebut dihadiri oleh tamu dari berbagai latar belakang. Turut hadir Profesor Jony Haryanto Staf Ahli Menteri Pendidikan, Kebudyaan, Riset & Teknologi, Bidang Inovasi, Siti Fadilah Supari Menteri Kesehatan Republik Indonesia periode 2004-2009, Bambang Sudibyo Menteri Pendidikan Nasional periode 2004-2009, pimpinan-pimpinan dari Pemprov Jawa Barat, pimpinan-pimpinan dari Kabupaten Bekasi, pimpinan tenant-tenant perusahaan industri, Pimpinan Perusahaan nasional, kepala Rumah Sakit Umum Daerah dan swasta, IDI Bekasi, Asosiasi bidang kedokteran dan perlengkapan medis, pimpinan perguruan tinggi termasuk, President University, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Direksi PT Jababeka Tbk, masyarakat dan insan kesehatan Indonesia, dan media (cetak, elektronik, digital).
(rls/red)









