KSDA Cirebon Evakuasi Kukang Jawa dari Rumah Warga

- Redaksi

Selasa, 23 April 2019 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Kuningan – Petugas Resort Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Cirebon, terluka akibat terkena serangan dari kukang Jawa. Petugas yang hendak mengevakuasi, diserang hingga berdarah. Walaupun sudah dibekali sarung tangan, petugas tak bisa mengelak, saat diserang tiba-tiba. Karena terus diserang, petugas akhirnya membawa satwa liar itu beserta kandangnya.

Petugas KSDA Cirebon, awalnya mendapatkan laporan dari salah seorang warga Kelurahan Cigugur Kecamatan Cigugur Kuningan, Diding Sunardi yang mengaku menangkap hewan liar tersebut.

Kukang Jawa terlihat di depan rumahnya pada Sabtu (20/4/2019) sekira pukul 18.00 WIB petang. Sebelumnya, ia merasa aneh, ketika melihat seekor binatang dengan sorotan mata yang tajam.

“Saya kaget, tiba-tiba melihat ada mata yang bersinar. Saya minta tolong ke keponakan untuk diamankan, agar binatang itu tidak berkeliaran,” ujarnya.

Setelah ditangkap, tersebut langsung dimasukan kedalam kandang supaya lebih aman. Warga juga melaporkan ke petugas KSDA Cirebon. Apalagi, hewan tersebut merupakan hewan yang dilindungi. Tak berselang lama, Ia menghubungi pihak BKSDA Jawa Barat untuk menyerahkan temuan hewan liar itu.

Baca Juga :  Pj. Wali Kota Bekasi: Jangan Panic Buying, Pemerintah Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Aman

Sementara Kepala Resort KSDA Cirebon, Slamet Priyambada mengatakan, penanganan sementara satwa liar ini yakni dibawa ke kantor Resort KSDA Cirebon. Selanjutnya, akan dievakuasi ke kantor Bidang KSDA Wilayah III Ciamis untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan.

“Jika sudah diperiksa, kita akan rehabilitasi untuk dilepas-liarkan ke habitatnya. Kalau habitat kita lihat dulu ya, apakah di Gunung Ciremai atau kawasan konservasi lainnya,” terangnya.

Disebutkan, Kukang Jawa itu tergolong sudah dewasa dengan usia sekitar 2 tahun. Biasanya, habitat hewan ini, berada di hutan-hutan sekunder atau hutan terawang.

Baca Juga :  Lumpuh 3 Tahun, Rendi Berharap Uluran Tangan Donatur dan Pemkab Cirebon

“Status satwa ini dilindungi, kalau di kawasan Ciremai memang habitat juga. Tapi lebih banyak di kebun-kebun atau hutan yang agak terbuka, sebab sifatnya makan rayap-rayapan ataupun serangga kecil,” jelasnya.Sepintas melihat kondisi hewan yang dilindungi ini, masih terlihat sehat ditambah dengan sifat liarnya yang masih ditunjukan.

“Ini sifat liarnya masih terlihat, kalau sudah dipelihara cukup lama oleh seseorang itu lebih jinak. Sehingga nanti rehabilitasi juga tidak terlalu memakan waktu yang lama,” pungkasnya. (ndri/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN
Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall
MBZ Naik 76%
Mudik Gratis Bekasi Diserbu Warga! 1.458 Orang Berangkat Pakai 27 Bus ke Solo hingga Surabaya
Tri Adhianto Minta Dedi Mulyadi Percepat Pemisahan Aset Kota dan Kabupaten Bekasi
HUT ke-29 Kota Bekasi, Tri Adhianto dan Harris Bobihoe Hormati Jasa Pahlawan

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Senin, 6 April 2026 - 17:05 WIB

Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Senin, 6 April 2026 - 10:10 WIB

Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN

Kamis, 2 April 2026 - 11:16 WIB

Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:20 WIB

MBZ Naik 76%

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !