KPwBI Cirebon Berikan Bantuan Pengelolaan Sampah ke Ponpes Buntet

- Redaksi

Kamis, 30 November 2017 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon memberikan bantuan kepada Pondok Pesantren Buntet dalam rangka implementasi program kemandirian ekonomi syariah dengan tema “Dari Ancaman Menjadi Peluang” di Pondok Pesantren YLPI Buntet, Mertapada Kulon, Astanajapura, Kabupaten Cirebon hari Kamis (30/11).

Adapun bantuan tersebut berupa penyerahan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dan pelatihan pengelolaan sampah dengan total Rp 50 juta. Kemudian, pemberian bantuan pengelolaan sampah ada dua macam, yaitu dalam bentuk hardware atau peralatannya, dan soft skill kepada anak-anak didik yang ada di pondok pesantren

Baca Juga :  Bank Indonesia Kembali Raih Penghargaan ANRI

Kepala KPwBI Cirebon Abdul Majid mengatakan, dengan adanya pelatihan pengelolaan sampah dengan tema dari ancaman menjadi peluang, pihaknya bisa memberikan dorongan kepada peserta didik pesantren, bahwa sampah adalah ancaman yang tidak hanya dalam skala lokal di Cirebon saja, tapi juga secara nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ancaman sampah ini sudah menjadi skala nasional, bukan di Cirebon saja,” jelasnya.

Majid melanjutkan, dengan sampah itu dikelola oleh masyarakat di sekitarnya termasuk anak-anak didik yang ada di pondok pesantren, bisa menjadi peluang yang berdampak ekonomi, termasuk pendapatan bagi para anak didik itu sendiri.

Baca Juga :  Gandeng All Bikers, Polsek Lemahabang Santuni Anak Yatim

“Program ini tidak hanya berhenti sampai sini saja, akan kita lanjutkan setelah kita melakukan evaluasi,” pungkasnya.

Sekretaris Umum Pesantren YLPI Buntet KH. Aris Ni’matullah sangat mengapresiasi kepada Bank Indonesia dengan melakukan program pengelolaan sampah ini. Sama seperti apa yang dikatakan oleh Majid, masalah sampah ini bukan hanya di Buntet saja, tapi wilayah lain hingga nasional.

Baca Juga :  KPwBI Cirebon Siapkan Rp 5,59 Triliun untuk Penukaran Uang Baru

Menurutnya, Buntet sendiri penduduknya tidak seberapa, tapi sampahnya banyak. Dan ini menjadi masalah. Seperti air yang hanya segelas tidak masalah. Tapi kalau sudah banyak akan bermasalah kalau tidak diseriusi.

“Alhamdulillah, dengan adanya kerja sama dengan BI ini, kitasangat bersyukur karena kita mencari partner bagaimana mengatasi sampah dengan baik. Mudah-mudahan pelaksanaan ini bisa berjalan dengan baik dan masalah sampah bisa teratasi,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diadora Perkuat Tren Sports Lifestyle Lewat Mono Store Pertama di Bekasi
Diadora Buka Mono Store Pertama di Indonesia di Bekasi, Bidik Pasar Greater Jakarta
Universitas Pelita Bangsa Edukasi Warga Bekasi, Kekerasan terhadap Hewan Bisa Berujung Hukum
Sosialisasi SPMB di Kabupaten Bekasi Diperkuat, Pranoto Tekankan Pencegahan Masalah PPDB
DPRD Bekasi Warning Disdik, SPMB 2026 Jangan Sampai Chaos Lagi
Tri Adhianto Tegaskan SPMB Bekasi Tanpa Titipan, Gandeng Kejari
Asep Surya Bikin Heboh Galaksi SDIT An-Nur, Siswa Diminta Berani Mimpi Besar
Pendidikan Karakter Jadi Sorotan

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:16 WIB

Diadora Perkuat Tren Sports Lifestyle Lewat Mono Store Pertama di Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:13 WIB

Diadora Buka Mono Store Pertama di Indonesia di Bekasi, Bidik Pasar Greater Jakarta

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:49 WIB

Universitas Pelita Bangsa Edukasi Warga Bekasi, Kekerasan terhadap Hewan Bisa Berujung Hukum

Senin, 11 Mei 2026 - 13:59 WIB

Sosialisasi SPMB di Kabupaten Bekasi Diperkuat, Pranoto Tekankan Pencegahan Masalah PPDB

Senin, 4 Mei 2026 - 10:00 WIB

DPRD Bekasi Warning Disdik, SPMB 2026 Jangan Sampai Chaos Lagi

Berita Terbaru

Bekasi

Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ

Senin, 25 Mei 2026 - 09:37 WIB