KPAI Cirebon: Perkembangan IT Bisa Pengaruhi Kekerasan pada Anak

- Redaksi

Minggu, 11 Februari 2018 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Kekerasan yang terjadi pada anak bisa diakibatkan oleh perkembangan IT dan video porno. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Cirebon Siti Nuryani S.Pd di acara Tour De Koci 2018 Desa Fiesta di Balai Desa Pabuaran Wetan Kabupaten Cirebon, Minggu (11/1).

Dalam acara tersebut, Yani, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa anak harus diawasi saat menggunakan IT, terutama video game. Sebab, banyak video game yang bertema kekerasan dan pornografi yang kerap dimainkan oleh anak-anak.

Baca Juga :  Meriah, Bookers Gathering Ibis Styles Hotels Cikarang

“Anak-anak perlu dijaga. Sebab, jika dia sudah kecanduan video game, maka akan mengakibatkan berkurangnya IQ, obesitas, dan yang dikhawatirkan, akan melakukan tindakan-tindakan yang ada di video game tersebut,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yani melanjutkan, anak-anak akan selalu merasa penasaran, karena hal tersebut terekam dalam otaknya. Sehingga, anak-anak akan meniru, seperti memukul, bahkan melakukan hal pornografi.

Baca Juga :  Miris, Ajang Jaka Rara Kota Cirebon 2018 Tidak Mendapatkan Anggaran Dana dari Pemkot Cirebon

“Jika di-scan, otak yang kecanduan pornografi akan sama dengan yang kecanduan narkoba. Sudah mengkhawatirkan,” jelasnya.

Dengan begitu, tambah Yani, jika anak sudah kecanduan video game, apalagi yang mengandung kekerasan dan pornografi, ada baiknya melakukan komunikasi.

Menurut Yani, anak-anak jangan sampai dimarahi, dikatai hal-hal yang jelek, bahkan membanding-bandingkan dengan anak yang lain. Sebab, hal itu akan mengakibatkan semua ucapan negatif tersebut terakm di otaknya dan berdampak buruk pada anak.

Baca Juga :  Launching Vomoz Boutique,Thifal Islami: Berbagi Dengan Anak Yatim Piatu

“Kita harus CPU (cium, peluk, usap). Jika memang anak melakukan kesalahan, jangan sampai dimarahi. Cukup dengan ucapan-ucapan yang positif supaya tidak berdampak lebih buruk kepada si anak,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Universitas Pelita Bangsa Edukasi Warga Bekasi, Kekerasan terhadap Hewan Bisa Berujung Hukum
Sosialisasi SPMB di Kabupaten Bekasi Diperkuat, Pranoto Tekankan Pencegahan Masalah PPDB
DPRD Bekasi Warning Disdik, SPMB 2026 Jangan Sampai Chaos Lagi
Tri Adhianto Tegaskan SPMB Bekasi Tanpa Titipan, Gandeng Kejari
Asep Surya Bikin Heboh Galaksi SDIT An-Nur, Siswa Diminta Berani Mimpi Besar
Pendidikan Karakter Jadi Sorotan
Perda Perlindungan Guru Bekasi Dinilai Mendesak, Kadisdik Soroti Keamanan Pendidik
TKA Berbasis Komputer di SD Bekasi, Pengawasan Ketat dan Sistem Baru
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:49 WIB

Universitas Pelita Bangsa Edukasi Warga Bekasi, Kekerasan terhadap Hewan Bisa Berujung Hukum

Senin, 11 Mei 2026 - 13:59 WIB

Sosialisasi SPMB di Kabupaten Bekasi Diperkuat, Pranoto Tekankan Pencegahan Masalah PPDB

Senin, 4 Mei 2026 - 10:00 WIB

DPRD Bekasi Warning Disdik, SPMB 2026 Jangan Sampai Chaos Lagi

Senin, 4 Mei 2026 - 09:43 WIB

Tri Adhianto Tegaskan SPMB Bekasi Tanpa Titipan, Gandeng Kejari

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:21 WIB

Asep Surya Bikin Heboh Galaksi SDIT An-Nur, Siswa Diminta Berani Mimpi Besar

Berita Terbaru

Suasana pembukaan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 di BSCC Dome Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (10/6/2026). Pameran ini menghadirkan ratusan perusahaan dari sektor energi, pertambangan, dan konstruksi untuk mendorong investasi serta pertumbuhan industri di Indonesia Timur.

Nasional

IEE Series 2026 Digelar Perdana di Balikpapan

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:40 WIB