Kabupaten Bekasi — Perkembangan teknologi yang semakin pesat menjadikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pembelajaran koding sebagai kebutuhan penting dalam dunia pendidikan. Hal ini dinilai tidak lagi bisa dihindari, terutama di tengah kehidupan digital anak-anak yang sehari-hari lekat dengan gawai.
“AI dan pembelajaran koding adalah hal yang tidak bisa kita tinggalkan. Bahkan tanpa kita ajarkan di sekolah, AI sudah hadir di rumah melalui gadget yang digunakan anak-anak,” ungkap perwakilan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS).
Ia menegaskan, pemanfaatan AI harus dibarengi dengan nilai etika dan kemaslahatan. Menurutnya, teknologi memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, namun juga berisiko menimbulkan dampak negatif jika tidak diarahkan secara bijak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“AI bisa menjadi baik jika kita menggunakannya dengan baik, dan bisa menjadi buruk jika disalahgunakan. Karena itu, perlu arahan dan batasan agar pemanfaatannya benar-benar membawa maslahat,” tegasnya.
Lebih lanjut, BMPS berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, akademisi, maupun industri teknologi. Kolaborasi tersebut akan difokuskan pada penyelenggaraan pelatihan lanjutan bagi guru dan siswa, agar pemanfaatan AI dapat selaras dengan tujuan pendidikan.
“Kami berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Bekasi, khususnya sekolah swasta, terus meningkat dan mampu menyelaraskan perkembangan teknologi dengan nilai-nilai pendidikan,” pungkasnya. (*)









