Santri Ponpes Manba’ul Ulum 1 Terkena Hepatitis, Dinkes Tetapkan Sebagai KLB

- Redaksi

Senin, 5 Februari 2018 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Sebanyak enam orang santri Tsanawiyah dan satu petugas dapur Pondok Pesantren Manba’ul Ulum 1 Kabupaten Cirebon pada Januari lalu terkena penyakit Hepatitis. Dengan kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon menetapkannya sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Menurut Pengasuh Ponpes Mamba’ul Ulum 1 KH. Mahfudz Hudlori mengatakan, kejadian tersebut bermula saat 36 santri mengeluh kesakitan pada tanggal 13 Januari 2018. Diduga para santri terkena penyakit kuning atau hepatitis setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh petugas medis setempat.

“Setelah dilakukan diagnosa lebih lanjut, ternyata dari keseluruhan terdapat enam orang santri dan satu petugas dapur Ponpes yang terkena,” ujarnya saat ditemui awak media, Minggu (4/2).

Pihak pesantren kemudian mengambil tindakan dengan melaporkan kejadian ini ke Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. Kemudian atas usul dinas, para santri dianjurkan untuk melakukan vaksinasi, untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit.

“Setelah tiga hari kemudian, Dinkes Kabupaten Cirebon melakukan pemeriksaan ke pondok, dan melakukan penyuluhan kebersihan lingkungan dan sanitasi, dan cek beberapa santri yang terkena penyakit atau tidak dan mendirikan posko,” ungkap Mahfudz.

Baca Juga :  Nelayan Mundu Pesisir Berdemo Menuntut Dilegalkannya Garok

Mahfudz menambahkan, menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, penyebab dari kejadian ini bisa saja karena air yang tercemar kotoran, sehingga membawa beberapa bakteri penyakit hepatitis.

Dan untuk mensterilkan lingkungan Ponpes, lanjutnya, kegiatan belajar mengajar diliburkan pada tanggal 19-23 Januari 2018, dan para santri pun sengaja dipulangkan.

“Dari 530 santri yang ada sampai saat ini sebanyak 95% sudah kembali ke rutinitas dan sisanya masih di rumah untuk perawatan,” katanya.

Sementara itu menurut Suganda selaku orang tua salah satu santri mengatakan, membenarkan tentang adanya kejadian tersebut, walaupun anaknya tidak terjangkit penyakit hepatitis.

Baca Juga :  Pemkab Garut Berusaha Mengembangkan Aplikasi MANTRA

“Alhamdulillah, kebetulan anak saya tidak kena karena sudah vaksinasi ketika kecil, tapi sempat diliburkan satu minggu untuk disterislisasi baik putra dan putri,” paparnya.

Dia mengaku kagum dengan tindakan Ponpes yang secara cepat dan tanggap menghubungi berbagai pihak yang kompeten guna memutus mata rantai penyebaran hepatitis, seperti tes darah, penyuluhan, serta tindak lanjutnya dengan imunisasi hepatitis.

“Alhamdulillah di sini cepat,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru
Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial
Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ
Universitas Pelita Bangsa Edukasi Warga Bekasi, Kekerasan terhadap Hewan Bisa Berujung Hukum
SPMB 2026 Kota Bekasi, Pemkot Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah
Ketua DPRD Kota Bekasi Dukung Program Literasi Digital JMSI Bekasi Raya
Sosialisasi SPMB di Kabupaten Bekasi Diperkuat, Pranoto Tekankan Pencegahan Masalah PPDB
HBH Lamahu Bekasi Pererat Harmoni Budaya di CFD

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:59 WIB

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:40 WIB

Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial

Senin, 25 Mei 2026 - 09:37 WIB

Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:49 WIB

Universitas Pelita Bangsa Edukasi Warga Bekasi, Kekerasan terhadap Hewan Bisa Berujung Hukum

Senin, 11 Mei 2026 - 21:59 WIB

SPMB 2026 Kota Bekasi, Pemkot Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah

Berita Terbaru