Komisi IV Minta Warga Miskin Didata Secara Valid

- Redaksi

Sabtu, 9 Maret 2019 - 11:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, H. Kairan.

i

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, H. Kairan.

RJN, Bekasi – Keberadaan warga miskin di Kabupaten Bekasi perlu didata secara keseluruhan dan valid. Karena data tersebut akan sangat berguna dalam penyaluran bantuan baik dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. Apalagi, dalam RPJMD Kabupaten Bekasi 2017-2022 Pemerintah Daerah memiliki target untuk mensejahterakan seluruh masyarakatnya.

Jangan sampai data tersebut asal tembak atau hanya asal nyomot saja. Sebab keberadaan warga miskin tersebut nantinya akan menjadi tolok ukur sejauh mana keberhasilan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Sehingga keberadaan datanya harus valid terlebih dahulu dari awal. Jangan asal menyuguhkan laporan data warga miskin dengan jumlah minim biar dibilang rakyatnya sejahtera semuanya. Lantas data yang ada merupakan data asal sehingga akan mengaburkan atau merubah peta pembangunan di Kabupaten Bekasi.

Kalau data yang ada tidak sama tentu akan mempengaruhi kebijakan pemerintah khususnya dalam hal pengentasan kemiskinan. Selain itu juga akan mempengaruhi penyaluran berbagai bantuan dari pemerintah. Sehingga pendataan ini wajib dilakukan sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Kalau jumlah warga miskin dinilai cukup tinggi pemerintah tidak boleh malu harus diakui. Jangan sampai lantas menurunkan jumlah data yang semestinya.

Dengan adanya data yang benar dan akurat inilah yang akan memudahkan pemerintah untuk membuat program mengenai keberadaan warga prasejahtera tersebut. Sehingga mereka nantinya benar-benar bisa mendapatkan berbagai perhatian dari pemerintah. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, H. Kairan mengatakan, pendataan warga miskin ini harus dimulai dari tingkat paling bawah, yaitu tingkat RT/RW masing-masing Desa atau Kelurahan yang ada di Kabupaten Bekasi. Sebab RT/RW merupakan ujung tombak pemerintah.

Baca Juga :  Ketua komisi II DPRD Kabupaten Bekasi Gelar Rapat Stok Pangan

Jangan sampai data yang ada merupakan data sebelumnya yang tentu sudah banyak berubah. RT RW harus melakukan pendataan ulang warganya untuk mendapatkan data yang akurat. Kalau pendataan dilakukan di tingkat desa atau kecamatan tentu hasilnya akan berbeda dibandingkan pendataan dilakukan tingkat RT RW. Semakin akurat data yang didapatkan akan semakin memudahkan pemerintah membuat kebijakan.

“Pendataan warga miskin ini memang idealnya dilakukan dari tingkat bawah karena dari sana akan valid sampai di tingkat kelurahan dan kecamatan,” kata Politisi Partai Persatuan Pembangunan itu. H. Kairan menjelaskan, dengan data yang valid diharapkan pemberian bantuan dapat tepat sasaran. Dengan data yang valid pula, warga dapat menggunakan fasilitas bantuan bagi warga miskin, seperti mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan lainnya. “Agar bantuan ataupun program-program dari pemerintah dapat mereka gunakan, tentu mereka harus terdata di sana,” tukasnya.

Baca Juga :  3 Pimpinan DPRD dan Mantan Sekdin PU Kab. Bekasi Dipanggil KPK

Anggota Fraksi Partai Pesatuan Bintang Nurani DPRD Kabupaten Bekasi itu pun berharap agar SKPD terkait, yakni Dinas Sosial yang menjadi mitra kerja Komisi IV bekerja sama untuk melakukan pendataan secara menyeluruh agar data yang dihasilkan benar-benar mendekati akurat.

“Sekali lagi kita minta, dalam melakukan pendataan hendaknya benar-benar dimulai dari bawah. Sehingga data yang ada bisa akurat dan memberikan perlindungan serta kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan bantuan pemerintah,” pungkasnya.

Jangan sampai ada lagi kejadian warga yang dinilai berkecukupan mendapatkan bantuan dari pemerintah sementara warga yang tidak mampu tidak mendapatkan bantuan. Jika kejadian seperti ini masih terjadi tentu pemerintah harus melakukan evaluasi tentang keberadaan data tersebut. Kalau perlu harus dilakukan pendataan awal lagi. Jangan hanya melakukan tambal sulam saja. (Advertorial)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar
Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional
Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!
RAPBD 2027 Disepakati, Harris Bobihoe Minta Sinergi Eksekutif-Legislatif Dijaga
32 Ribu Lowongan Kerja Tersedia di Nyari Gawe, Warga Bekasi Bisa Cari Kerja Tanpa Calo
Banjir Mengintai, Dedi Mulyadi Desak Kali CBL Rampung Tahun Ini
Asep Surya Atmaja Sentil Kinerja ASN: APBD Jangan Hanya Habis di Atas Kertas
Shin Tae-yong Hadir di Bekasi, DPD RI Bidik Calon Bintang Baru Timnas Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:00 WIB

RAPBD 2027 Disepakati, Harris Bobihoe Minta Sinergi Eksekutif-Legislatif Dijaga

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:27 WIB

32 Ribu Lowongan Kerja Tersedia di Nyari Gawe, Warga Bekasi Bisa Cari Kerja Tanpa Calo

Berita Terbaru