Ketum HIMKI: Banyaknya Regulasi, Para Pengusaha Semakin Dibuat Ribet

- Redaksi

Rabu, 16 Mei 2018 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Banyaknya regulasi tentang kayu dan rotan yang berlaku, membuat para pengusahanya semakin dibuat ribet. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Ir. Soenoto saat jumpa pers di Jl. Ciptomangunkusumo, Kota Cirebon, Rabu (16/5).

“Kata Jokowi sendiri, ada sekitar 42 ribu regulasi yang mengganggu jalannya bisnis,” tuturnya.

Dia menjelaskan, salah satu regulasi yang membuat pusing para pengusaha adalah adanya Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) untuk furniture. Katanya, harus dituntut sesuai standar internasional. Dan juga, setiap perusahaan harus memilikinya dan harus diperbarui setiap tahun.

“Padahal, di Cina dan Vietnam tidak berlaku yang seperti itu,” tuturnya.

Soenoto juga mencontohkan, ada sebuah PMA (Penanaman Modal Asing) besar di Surabaya, yakni PT Waenibe Wood Industri (WWI), yang kini pindah ke Vietnam sekitar satu setengah tahun yang lalu. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya gangguan regulasi di sana. Bahkan pemerintahnya sendiri memberikan dukungan.

Baca Juga :  Sun Star Prima Motor Cikarang Tawarkan Program Fuso CLBK

Selain itu, juga ada impor bahan yang sebetulnya bahan itu dipakai untuk komponennya produk Indonesia, yang nantinya akan diekspor lagi. Menurutnya, hal tersebut sangat ribet, di mana harus masuk karantina teelebih dahulu dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Ribuan Warga Cirebon Pada Masjid Agung Sumber

“Kita disuruh maju tapi kaki kita dibelenggu,” terangnya.

Karena itu, lanjutnya, di HIMKI ada departemen khusus, yakni departemen regulasi yang dipimpin oleh Waketum sendiri. Tugasnya adalah terus menginventarisir regulasi-regulasi apa yang menghambat.

“Saya berharap tidak ada lagi regulasi yang mengganggu, dan target minimal USD 5 miliar dalam setahun. Karena sekarang baru USD 2,6 miliar,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Vasaka Hotel Jakarta Perkenalkan Wajah Baru Jelang Satu Dekade Perjalanan
Harper Cikarang Hadirkan Promo Liburan Sekolah, Diskon Menginap hingga 30 Persen untuk Keluarga
Hantavirus Mulai Diwaspadai di Bekasi, Dinkes Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit
Diadora Perkuat Tren Sports Lifestyle Lewat Mono Store Pertama di Bekasi
Diadora Buka Mono Store Pertama di Indonesia di Bekasi, Bidik Pasar Greater Jakarta
Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026
Adira Finance Bagikan Dividen Rp772 Miliar dari Laba 2025
IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 00:03 WIB

Vasaka Hotel Jakarta Perkenalkan Wajah Baru Jelang Satu Dekade Perjalanan

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:25 WIB

Harper Cikarang Hadirkan Promo Liburan Sekolah, Diskon Menginap hingga 30 Persen untuk Keluarga

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:47 WIB

Hantavirus Mulai Diwaspadai di Bekasi, Dinkes Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:16 WIB

Diadora Perkuat Tren Sports Lifestyle Lewat Mono Store Pertama di Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:13 WIB

Diadora Buka Mono Store Pertama di Indonesia di Bekasi, Bidik Pasar Greater Jakarta

Berita Terbaru