“Memang kita harus sediakan sarana prasarana juga penunjang untuk pengecekan karena pangan ini kan maupun datang dari luar berupa satu kontainer Mungkin beberapa truk dari luar terutama kita yang memang sentralnya di Pasar Induk Cibitung,” ujarnya.
Dari sayuran buah-buahan yang memang lolos atau tidak di situ, “Nah, ini kan karangan-karangan yang kita butuhkan memang yang jalan selama ini hanya sampel daripada sample kita penasaran melakukan pengecekan pengecekan terhadap maupun supermarket maupun pasar-pasar tradisional. Bagaimana pangan yang dijual belikan terhadap itu aman untuk dikonsumsi cuman seperti itu aja,” imbuhnya.
Selama ini, menurut Kuswaya, untuk memastikan apakah bahan makanan tersebut aman untuk dikonsumsi pihaknya hanya melakukan tes secara acak. Hal ini dikarenakan bahan sudah tersebar di pasar dan tidak mungkin untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kusyawa juga menjelaskan, berbeda halnya dengan bahan makanan yang ada di supermarket barang-barang tersebut relatif lebih mudah diperiksa karena ada masa berlakunya.
“Kalau menurut saya itu sangat jauh sekali karena apa sebab satu sarana prasara kita harus membuat tadi memang gudang atau gedung atau penampung dulu, yang memang sebelum masuk selama ini kan memang ada tadi katanya gudang-gudang swasta yang mereka stok itu ditaruh di mana untuk mobil tersebut,” katanya.
Jadi, lanjut Kusyawa, orang belanja dari distributor nanti si pelaku kegiatan itu memang ada beberapa lakukan tapi saya tanya di mana gudang tersebut lokasi dan letaknya sebagainya itu tadi katanya pak belum kami ketahui dan sebagainya
“Ini saya harapkan lanjuti dari pertahanan pangan itu harus monitor juga terkait karena apa peruntukan tetap pangan kita juga harus termonitor terutama enggak hanya cuman menjelang idul Fitri idul Adha atau hari-hari besar lainnya nah ini kan kita kenal apa kalau setopangan kita eee memenuhi otomatis harga juga tidak melambung tinggi gitu tapi kalau stok tangan berkurang atau sangat kurang harga otomatis kan naik ini perlu secara korupsinya atau tombol peneliti lewat kita lihat itu harus diterapkan juga,” tutupnya. (Advertorial/ DPRD Kabupaten Bekasi)
Halaman : 1 2









