Kang Emil: Survei LSI Sebagai Momentum Memperbaiki Startegi Kampanye

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Bogor – Calon Gubernur Jawa Barat Nomor Urut 1 Ridwan Kamil menilai bersaingnya elektabilitas dia dalam survei Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) sebagai momentum untuk memperbaiki prosedur dan strategi kampanyenya selama ini. Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil itu, hasil survei tersebut justru menjadi penyemangat baru baginya.

“Survei ini tolok ukur, kadang sifatnya juga internal. Hasilnya kalau unggul menyemangati kita tapi jangan sampai terlena, kalau masih kurang menjadi penyemangat untuk bekerja lebih keras lagi,” kata Kang Emil ditemui di sela-sela kegiatan kampanyenya di Kota Bogor, Senin, 16 April 2018.

Menurut Kang Emil saat ini masih ada waktu 70 hari untuk terus mengevaluasi apa yang telah dan belum dikerjakan oleh pihaknya selama ini. “Bagaimana (hasil survei) ini bisa menjadi sebuah masukan yang positif agar kami mengubah strategi memenangkan hati pemilih di Jawa Barat,” ucapnya.

Kang Emil belum menyebutkan bagaimana strategi yang akan dia gunakan pasca hasil survei LSI Denny JA ini. Namun secara garis besar, Kang Emil menilai perlu cara-cara baru untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Misalnya saya di Kota Bogor cenderung menang di pedesaan masih kalah, ini akan kami cari cara baru. Problemnya di desa kurang efektif karena tempatnya jauh penduduknya sedikit. Makanya kami pikirkan langkah prosedur kampanye dan program yang bisa menjangkau semuanya walaupun tidak bertemu secara fisik,” ucap dia.

Mengutip Antara, dalam hasil survei LSI Denny JA yahy dirilis Minggu, 15 April 2018 secara personal, elektabilitas Ridwan Kamil sebenarnya masih unggul. Yakni sebesar 40,8 persen, disusul Dedy Mizwar sebesar 38,9 persen.

Namun, jika dipasangkan, kondisi elektabilitas keduanya berbalik.

Seperti Deddy Mizwar dipasangkan dengan Dedi Mulyadi elektabilitasnya meroket di angka 43,2 persen. Sedangkan Ridwan Kamil ketika dipasangkan dengan Uu Ruzhanul Ulum malah turun jadi 39,3 persen. Hal ini disinyalir karena elektabilitas Uu sebagai calon wakil gubernur yang rendah.

Hal ini tentunya jadi lampu kuning untuk Ridwan Kamil. Sebaliknya pasangan Deddy Mizwar dan Deddy Mulyadi masih berpeluang meningkatkan elektabilitasnya melalui pengenalan aneka program yang menyentuh aspirasi warga Jawa Barat.

Sementara itu, LSI menyebut bahwa elektabilitas pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) hanya sebesar 8,2 persen dan pasangan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) 4,1 persen.

Survei tersebut dilakukan pada tanggal 21-29 Maret 2018 dengan menggunakan metode standard: multi stage random sampling, di mana seluruh pemilih Jawa Barat dipilih secara random. Jumlah responden 440, dengan margin of error sebesar 4,8 persen.

Sebelumnya, survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) yang dilakukan pada 1 hingga 8 Maret 2018 menunjukkan elektabilitas pasangan Rindu mencapai 43,7 persen, disusul pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 30,7 persen. Sedangkan elektabilitas pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu 4,6 persen, dan pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan 2,8 persen.(RJN)

Comment

No More Posts Available.

No more pages to load.