oleh

Jumlah Orang dengan Gangguan Jiwa di Kabupaten Cirebon Menurun

RJN, Cirebon – Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, jumlah orang dengan gangguan jiwa mengalami penurunan. Terhitung sejak dua tahun lalu yakni 2017 sebanyak 74 orang menjadi 25 orang pada tahun 2019.

Dari jumlah itu seluruhnya dinyatakan dalam keadaan dipasung. Tapi, beberapa di antaranya setelah mendapat perawatan dinyatakan sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni mengatakan, pihaknya kini mengeluarkan kebijakan bahwa orang dengan gangguan di wilayahnya tidak boleh dipasung dan harus mendapat perawatan baik dari pemerintah maupun dari keluarga.

“Sebanyak 15 orang dengan gangguan jiwa sekarang sudah tidak dipasung lagi. Mereka tengam menjalani perawatan di Puskesmas masing-masing wilayah,” katanya, Selasa (22/10/2019).

Pihaknya menghendaki, orang dengan gangguan jiwa agar diperlakukan dengan baik masyarakat pun diminta untuk segera melapor jika ada anggota keluarga atau tetangganya mengalami gangguan jiwa, terlebih dalam keadaan dipasung.

“Kami siap menerima dan menindaklanjuti laporan dari masyarakat, karena ini sesuai dengan visi misi Provinsi Jawa Barat tahun 2019,” ujarnya.

Ia mengatakan, Kabupaten Cirebon harus bebas pasung karena tindakan ini tidak sesuai dengan hak seseorang untuk mendapatkan fasilitas kesehatan.

“Kami melibatkan seluruh elemen dari Rumah Sakit hingga Puskesmas. Baik SDM maupun sarana dan prasarana kami sudah memadai untuk mencapai target Kabupaten Cirebon bebas pasung,” katanya.

Sementara, menurut Sekertaris Daerah Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno, program ini sesuai dengan amanat undang-undang yang menjamin masyarakat mendapatkan haknya dalam bidang kesehatan.

“Karena jika pelayanan itu belum optimal dan jaminan hak kesehatan belum terwujud bisa menyebabkan ketidakseimbangan di masyarakat. Makanya perwujudan itu dilakukan secara preventif dan terpadu agar bisa saling bertanggung jawab,” pungkasnya.

(uan/rjn)

Komentar

News Feed