Program ini juga selaras dengan program Pemerintah yang meminta masyarakat untuk tidak mudik menggunakan transportasi sepeda motor. Hal ini karena berkendara dengan sepeda motor tidak didesain untuk perjalanan jauh serta risiko terjadinya kecelakaan lalulintas yang melibatkan sepeda motor juga sangat tinggi. Untuk itu dengan adanya program “Mudik Asyik Bersama BUMN 2024”, masyarakat dapat menggunakan transportasi umum yang jauh lebih aman dan nyaman.
Mardiyo, salah satu pemudik asal Jakarta Timur yang akan menuju kota Surabaya mengatakan, tahun 2024 ini merupakan kali pertama dirinya mengikuti program mudik gratis yang diadakan oleh BUMN khususnya dari Jasa Marga, ia mengaku sangat terbantu dengan pelayanan yang didapatkan, mulai dari pendaftaran hingga registrasi ulang yang begitu mudah.
“Saya pribadi bersama keluarga sangat terbantu dengan adanya program mudik gratis yang diadakan oleh BUMN termasuk dari Jasa Marga yang saya ikuti ini. Mulai dari pendaftaran hingga keberangkatan difasilitasi dengan baik, semoga Jasa Marga dan BUMN lainnya dapat terus mengadakan program mudik gratis ini dan meningkatkan kuota pemudik sehingga dapat membantu masyakat lebih banyak,” ujar Mardiyo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di hari yang sama Direktur Bisnis Jasa Marga Reza Febriano mewakili Manajemen Jasa Marga turut hadir dan menyapa para pemudik yang ikut dalam program “Mudik Asyik Bersama BUMN 2024” dengan total lebih dari 1.200 bis di Silang Monas, Jakarta. Dalam acara seremonial yang dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir ini, Jasa Marga turut mengirimkan satu perwakilan bus tujuan Semarang yang berisi 50 orang pemudik untuk dilepas menuju kampung halamannya.
Program Mudik Asyik Bersama BUMN bertujuan untuk membantu masyarakat ekonomi menengah ke bawah dan meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas dengan pengalihan penggunaan sepeda motor ke moda bus, kereta api, dan kapal. Tahun ini, setidaknya ada 88 BUMN yang turut berpartisipasi yang siap melayani lebih dari 80.215 pemudik. Para pemudik akan diberangkatkan melalui tiga moda transportasi, yakni 1.225 unit bus, 60 unit kereta api dan 15 unit Kapal Laut dengan tujuan lebih dari 200 kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. (*)









