Jadi Sorotan,  Pemda Harus Punya Kekuatan Kelola Situ Cibeurum

  • Whatsapp

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Keberadaan Situ Cibeureum yang hingga kini masih belum terawat terus menjadi sorotan masyarakat lantaran belum dikelola maksimal. Padahal tempat itu cocok dijadikan sebagai pusat kebudaayan dan pariwisata Kabupaten Bekasi karena letaknya strategis.

Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi pun sebelumnya sudah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Situ Cibeurum namun tidak banyak membuahkan hasil untuk penataan situ untuk jadi tempat wisata. 

Bacaan Lainnya

Hal ini lantaran aset Situ Cibeurum merupakan hak PJT II membuat pemerintah kesulitan untuk menata. Kepala Desa Lambangsari, R Yaceu Herliyanti menilai harus ada keseriusan Pemerintah Kabupaten Bekasi jika ingin Situ Cibeurum dikelola dengan baik. 

Soalnya hingga kini Pemerintah Desa (Pemdes)  baik Lambangsari maupun Lambang Jaya belum ada kekuatan untuk menata Situ Cibeurum, “Itu kan memang punya PJT.  Kalau mau kelola itu harus ada ijin PJT dan dinas terkait,”katanya. 

Yaceu mengatakan sudah berupaya untuk Situ Cibeurum dapat dikolela desa dengan mengirimkan surat permohonan pada tahun 2013 lalu namun belum ada jawaban. 

“Saya udah ajukan surat permohonan mulai dari PJT,  Dinas dan Kementrian. Karena domainnya pusat.  Sampai saat ini tidak ada jawaban.  Mungkin mereka belum mengijinkan kita,”katanya. 

Padahal,  Kata Yaceu Desa Lambangsari dan Lambang Jaya sudah siap mengucurkan dana untuk pengelolaan Situ Cibeurum melalui anggaran desa. 

 “Padahal itu dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat ekonomi untuk masyarakat. Mulai dari usaha kuliner dan tenaga kerja. Pokdarwis jalan.  Sekarang dibikin Pokdarwis kalau tidak punya kewenangan buat apa?, “tuturnya. 

Yaceu meminta pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi dapat serius mendongkrak Situ Cibeurum sebagai pariwisata lokal. “Yang punya kekuatan itu Pemerintah Daerah.  Desa tidak punya kekuatan.  Kecuali Pemerintah memberikan surat pengelolaan kepada Desa Lambangsari dan Lambang Jaya,”tuturnya.

Akan jadi percuma jika Situ Cibeurun aset alam yang mengundang magnet wisatawan berada di dua desa namun tidak bisa dikelola. “Itu kan aset. Bisa untuk pemberdayaan masyarakat. Sekarang saya ga punya kekuatan apa-apa.  Mau ngapain-ngapain juga bingung. Ijin juga tidak punya,”paparnya. 

Situ Cibeurum menjadi magnet tersendiri masyarakat , danau ini menjadi magnet karena menawarkan eksotisme ditengah hiruk pikuk kota industry di Kabupaten Bekasi.  Beberapa komunitas sering menjadikan tempat ini berkumpul dan bersantai sambil menikmati keindahan panorama alam

Namun sayangnya keadaan Situ Cibeurum seolah tidak tertata rapi banyak bangunan-bangunan liar yang berdiri dijadikan warung sehingga merusak keindahan. 

Senada dengan Yaceu,  Kepala Desa Lambang Jaya, Kimblan Sahroni meyakini Situ itu bisa menjadi sumber kehidupan bagi desa dan masyarakat setempat. Misalkan para warga sekitar bisa berdagang disekitar Situ. “Artinya buat warga kita nantinya kan bisa buat dagang disitu (Situ Cibeurem),” ungkapnya.

Dalam mengambil langkah untuk swakelola Situ Cibeurem, kata Kimblan, dirinya sudah menyiapkan rencana yang mendalam. Seperti cara mengelola, objek wisata dan anggaran untuk mengelola Situ hingga membuat peraturan yang mengatut Situ Cibeurem, seperti Perdes.(Yto/RJN) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *