Jadi Sorotan,  Pemda Harus Punya Kekuatan Kelola Situ Cibeurum

- Redaksi

Minggu, 11 Februari 2018 - 20:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Keberadaan Situ Cibeureum yang hingga kini masih belum terawat terus menjadi sorotan masyarakat lantaran belum dikelola maksimal. Padahal tempat itu cocok dijadikan sebagai pusat kebudaayan dan pariwisata Kabupaten Bekasi karena letaknya strategis.

Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi pun sebelumnya sudah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Situ Cibeurum namun tidak banyak membuahkan hasil untuk penataan situ untuk jadi tempat wisata. 

Hal ini lantaran aset Situ Cibeurum merupakan hak PJT II membuat pemerintah kesulitan untuk menata. Kepala Desa Lambangsari, R Yaceu Herliyanti menilai harus ada keseriusan Pemerintah Kabupaten Bekasi jika ingin Situ Cibeurum dikelola dengan baik. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Soalnya hingga kini Pemerintah Desa (Pemdes)  baik Lambangsari maupun Lambang Jaya belum ada kekuatan untuk menata Situ Cibeurum, “Itu kan memang punya PJT.  Kalau mau kelola itu harus ada ijin PJT dan dinas terkait,”katanya. 

Baca Juga :  Keseruan Fantastic 4 Waterboom Lippo Cikarang, Penasaran Datang Langsung

Yaceu mengatakan sudah berupaya untuk Situ Cibeurum dapat dikolela desa dengan mengirimkan surat permohonan pada tahun 2013 lalu namun belum ada jawaban. 

“Saya udah ajukan surat permohonan mulai dari PJT,  Dinas dan Kementrian. Karena domainnya pusat.  Sampai saat ini tidak ada jawaban.  Mungkin mereka belum mengijinkan kita,”katanya. 

Padahal,  Kata Yaceu Desa Lambangsari dan Lambang Jaya sudah siap mengucurkan dana untuk pengelolaan Situ Cibeurum melalui anggaran desa. 

 “Padahal itu dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat ekonomi untuk masyarakat. Mulai dari usaha kuliner dan tenaga kerja. Pokdarwis jalan.  Sekarang dibikin Pokdarwis kalau tidak punya kewenangan buat apa?, “tuturnya. 

Baca Juga :  Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kota Bekasi, Wawali Harris Ajak Santri Terus Jaga Nilai Kebangsaan

Yaceu meminta pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi dapat serius mendongkrak Situ Cibeurum sebagai pariwisata lokal. “Yang punya kekuatan itu Pemerintah Daerah.  Desa tidak punya kekuatan.  Kecuali Pemerintah memberikan surat pengelolaan kepada Desa Lambangsari dan Lambang Jaya,”tuturnya.

Akan jadi percuma jika Situ Cibeurun aset alam yang mengundang magnet wisatawan berada di dua desa namun tidak bisa dikelola. “Itu kan aset. Bisa untuk pemberdayaan masyarakat. Sekarang saya ga punya kekuatan apa-apa.  Mau ngapain-ngapain juga bingung. Ijin juga tidak punya,”paparnya. 

Situ Cibeurum menjadi magnet tersendiri masyarakat , danau ini menjadi magnet karena menawarkan eksotisme ditengah hiruk pikuk kota industry di Kabupaten Bekasi.  Beberapa komunitas sering menjadikan tempat ini berkumpul dan bersantai sambil menikmati keindahan panorama alam

Baca Juga :  Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026

Namun sayangnya keadaan Situ Cibeurum seolah tidak tertata rapi banyak bangunan-bangunan liar yang berdiri dijadikan warung sehingga merusak keindahan. 

Senada dengan Yaceu,  Kepala Desa Lambang Jaya, Kimblan Sahroni meyakini Situ itu bisa menjadi sumber kehidupan bagi desa dan masyarakat setempat. Misalkan para warga sekitar bisa berdagang disekitar Situ. “Artinya buat warga kita nantinya kan bisa buat dagang disitu (Situ Cibeurem),” ungkapnya.

Dalam mengambil langkah untuk swakelola Situ Cibeurem, kata Kimblan, dirinya sudah menyiapkan rencana yang mendalam. Seperti cara mengelola, objek wisata dan anggaran untuk mengelola Situ hingga membuat peraturan yang mengatut Situ Cibeurem, seperti Perdes.(Yto/RJN) 

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Syahrir DPRD Jabar Bekali Siswa SMAN 1 Tambun Selatan Ilmu Kepemimpinan
Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun
Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun
Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak
Pajak Kabupaten Bekasi Tembus Rp2,93 Triliun, BPHTB Baru Capai 65,43 Persen
Camat Cibitung Pastikan Pelayanan Desa Pascapilkades Tetap Berjalan Normal
Monev PPID 2026, BPKAD dan Kecamatan Bekasi Utara Terbaik
Camat Cibitung Dukung Penyempurnaan Raperda KTR, Hampir 120 Spanduk Rokok Ditertibkan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Syahrir DPRD Jabar Bekali Siswa SMAN 1 Tambun Selatan Ilmu Kepemimpinan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Camat Cibitung Pastikan Pelayanan Desa Pascapilkades Tetap Berjalan Normal

Berita Terbaru