Insiden Bom di Surabaya, Ketua Lingkungan Gereja Bunda Maria Cirebon: Umat Katolik Jangan Mudah Terprovokasi

oleh -
banner 120x600
Keterangan gambar: Yohanes Muryadi (paling kiri)

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Terkait insiden teror bom yang baru saja terjadi di Surabaya pada hari Minggu (13/5) pagi, Ketua Lingkungan Gereja Bunda Maria Cirebon Yohanes Muryadi mengungkapkan, bahwa ini adalah hal yang sangat tidak berprikemanusiaan dan menghancurkan seluruh Indonesia, bukan hanya agama tertentu saja.

“Masyarakat di seluruh Indonesia harus bersatu padu melawan terorisme. Kita jangan takut dengan kejadian ini, dan kami ingin menumpas aksi terorisme,” jelasnya saat ditemui awak media usai jumpa pers di Kantor PCNU Kota Cirebon, Jl. Arya Kemuning, Kota Cirebon, Minggu (13/5).

Dia juga mengingatkan agar umat Katolik jangan sampai terprovokasi dan terpancing terhadap hal-hal yang tidak penting. Masyarakat dianjurkan supaya tetap tenang dan waspada, serta tidak melakukan kegiatan yang memancing terorisme untuk bertindak.

“Agama Katolik semakin terbuka dengan siapa saja untuk menggalang persatuan dan kesatuan melawan terorisme, dan menegakkan kemanusiaan berdasarkan Pancasila,” tegasnya.

Yohanes menambahkan, dengan adanya insiden bom tersebut, ada penambahan pengamanan di gereja-gereja. “Biasanya kami menambah pengamanan setiap Natal, Tahun Baru, dan Paskah. Tapi karena ada insiden ini, maka kami menambah pengamanan,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Comment