RakyatJabarNews.com, Banjar – Muda, ceria, dan berenergik dialah sosok Mohamad Milqi Qolbani (23 tahun) bakal calon legislatif (Bacaleg) tahun 2019 Dapil 1 Kecamatan Pataruman dan Banjar Kota Banjar 2019 mendatang. Milqi, sapaan pria berkacamata ini masuk deretan daftar Bacaleg yang sudah mencatatkan namanya dalam kendaraan politik yang akan bertarung dalam Pileg tahun depan di Kota Banjar.
Yang menjadikan pria keturunan pimpinan salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kota Banjar ini spesial karena sosoknya manjadi satu-satunya bakal calon perwakilan rakyat paling muda dari DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Banjar. Bahkan sejauh ini, anak keenam dari sembilan bersaudara pasangan KH Ade Efendi (Alm) dan Hj Enung Nuraeni itu menjadi kader termuda dari berbagai partai kontestasi Pileg 2019. Tapi jangan salah meskipun muda, remaja yang memiliki ukuran sepatu 40 centimeter (cm) dan postur tinggi badan 172 cm ini kenyang syarat pengalaman politik. Ia mendapat pelajaran berharga dari pengalamannya menjadi ajudan dan sekpri pejabat penting di kancah perpolitikan Indonesia.
“Saya menjadi sekpri anggota Komisi lV DPRD RI KH Asep Mousul Afandi dari tahun 2013-2015. Kamudian pernah menjadi ajudan pribadi Bupati Tasikmalaya Pak Uu. Sekarang alhamdulillah dipercaya bergabung dalam tim pemenangan salah satu Paslon Gubernur Jawa Barat,” kata pria yang akan mendapat gelar sarjana di STISA Mananojaya jurusan Hukum Keluarga Syariah akhir tahun ini, Sabtu (19/5).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemuda yang mengaku telah mendaftar sebagai Bacaleg 2019 ke DPC PPP Kota Banjar sembilan hari sebelum hari ulang tahunnya yang ke 23 tahun itu mengaku darah politik sudah mengalir di tubuhnya. Ayahnya (alm) salah satu tokoh penting pemekaran Kota Banjar dari wilayah Ciamis telah menurunkan setidaknya semangat dan keinginannya untuk berpolitik. Bahkan sejak ia duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD), ia bercita-cita menjadi seorang pejabat. Entah itu Bupati, Walikota maupun Anggota Dewan yang pasti masa-masa kecilnya saat itu kenyang degan dunia perpolitikan di Kota Banjar.
“Sejak kecil lingkungan politik sudah lekat dengan kehidupan saya, dulu sering mengunjungi pendopo Ciamis dengan almarhum ayahanda tercinta. Jadi politik bagi saya sudah menjadi faktor genetik. Keluarga saya saat ini banyak yang berkiprah di politik,” ungkap pria yang pernah berkecimpung di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Ciamis itu.
Bahkan, tambah pria ramah senyum ini, dirinya ditawari untuk dipersiapkan menjadi calon pimpinan daerah 2023 mendatang oleh salah satu partai. Namun dirinya ingin fokus terhadap tujuan utamanya saat ini menjadi wakil rakyat. Selain wawasan politik yang ia dalami dari sosok pejabat yang ia ikuti, penyuka makanan tempe, asin bandeng dan lodeh kangkung ini yakin jika modalnya dengan kahayang kawani kadaek ini tertanam kuat dalam dirinya, maka Alloh SWT akan mengabulkan apa yang ia cita-citakan.
Hasrat berpolitiknya kini memuncak, jiwa dan raganya ingin ia persembahkan untuk kesejahteraan masyarakat Banjar. Ia rela kehilangan masa remajanya yang harus berkiprah di kancah perpolitikan demokrasi Indonesia. Ia ikhlas dengan segala konsekuensi yang akan dihadapi kelak. Bahkan saat mendaftar sebagai Bacaleg ke DPC PPP Kota Banjar, pemuda yang berencana meneruskan S2 di Unpad jurusan Ilmu Politik ini datang sendiri dengan mengendarai sepeda motor. Ia yakin dengan kesederhanaan, pintu kesuksesan akan terbuka.
“Milqi telah resmi mendaftar sebagai Bacaleg 2019 dari PPP karena ingin mengabdikan jiwa dan raga untuk Kota Banjar, kota dimana saya dilahirkan dan dibesarkan dengan cinta dan kasih sayang serta ilmu Agama yang kuat. Tujuan ingin jadi wakil rakyat juga karena Milqi menilai bahwa politic is power, politik merupakan jabatan tertinggi dan berkaitan erat dengan perjuangan hak-hak rakyat. Ada kebijakan di dalamnya. Itu motovasi Milqi” tambah pria yang berdomisili di Jalan Parung Lesang Gang Manggis RT 05 RW 10 Kaluarahan Banjar Kota Banjar ini.
Rela Ngojek Online Karena Ingin Nikah
Pria yang hobi traveling ini ternyata memiliki pengalaman pahit dalam kisah asmara, maklum lah masa muda merupakan masa-masa pencarian jati diri dalam percintaan. “Saya pernah benar-benar keluar dari pemikiran dan jiwa politik saya, demi cinta dan demi ingin menikah dengan sang pujaan hati. Saat itu saya rela bekerja sebagai ojek online karena butuh modal untuk menikah,” ucapnya saat mengusik kembali masa lalunya.
Tahun 2017 kala itu, menjadi tahun serius sekaligus tahun yang ambisius dalam dunia percintaannya. Ia ingin segera menikah namun mendapat tuntutan pekerjaan yang laiak dari orang tua sang calon. Satu tahun ia lalui dengan berbagai upaya mencari pekerjaan sambil nyambi jadi ojek online, usahanya gagal, pernikahan yang diimpikannya sirna. “Orang tua calon saya saat itu tidak menyetujui karena saya tidak memiliki pekerjaan tetap. Khawatir anaknya tidak bahagia secara materi dengan saya, makanya tidak disetujui,” kata dia yang menceritakan kembali kisah cintanya yang kelam.
Kondisi itu sempat membuatnya drop, galau dirundung kesedihan. Namun lagi-lagi, darah politiknya yang membangunkan semangatnya. Alumni SDN 4 Banjar 2006 kini merasa jika cinta itu hanya bullshit dan kebahagiaan akan datang jika dia sukses kelak. Materi dan kedudukan begitu penting untuk membahagiakan seorang hawa. “Jadi target saya jika Alloh SWT memberikan saya kepercayaan memegang amanah sebagai wakil rakyat, sebelum dilantik saya harus menikah, saya butuh pendamping untuk melaksanakan tugas mulia itu,” kata lulusan Mts di Sulawesi Tenggara 2010 itu.
Semangat yang ditunjukan pria agamis ini perlu dicontoh oleh kaum muda bangsa ini. Cita-citanya yang mulia yang ingin mengabdikan diri menjadi penyuara kepentingan rakyat patut diacungi jempol, terlebih umurnya yang sangat muda sekali. Ia berani untuk tampil, berani berdiri di panggung politik. Hebat!!, Mohamad Milqi Qolbani, pecontohan bagi kaum muda Bangsa Indonesia. (red/RJN)









