Bapenda Kabupaten Bekasi Menargetkan PAD di 2021 Sebesar Rp. 2,5 Triliun

  • Whatsapp

rakyatjabarnews.com, Bekasi – Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) merupakan salah satu modal mencapai tujuan pembangunan daerah. Karena PAD menentukan kapasitas daerah dalam menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan, baik itu pelayanan publik maupun pembangunan. Jadi semakin tinggi dan besar rasio PAD terhadap total pendapatan daerah memperlihatkan kemandirian dalam rangka membiayai segala kewajiban terhadap pembangunan daerahnya.

Untuk memujudkan semua itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi melalui Pendapatan Daerah (Bapenda) menargetkan Pendapatan Asli Daerah ( PAD) pada tahun 2021 ini sebesar Rp. 2,5 Triliun.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kabid Bidang Pengendalian dan Evaluasi pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bekasi, Akam Muharam kepada media online rakyatjabarnews.com, Selasa (6/4/2021).

“Target Rp. 2,5 Triliun pada 2021 itu bersumber dari penerimaan pajak daerah sebesarnRp. 2,065 triliun , sedangkan sisanya dari retribusi lainnya. Naik bila dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar Rp. 1,7 triliun,”ujarnya.

Kabid Bidang Pengendalian dan Evaluasi pada Badan Pendapatn Daerah Kabupaten Bekasi, Akam Muharam, Selasa (6/4/2021).

Terkait besaran pendapatan di 2020 kemarin, Akam menjelaskan, meskipun berada dalam situasi dan kondisi Covid-19 l, Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Bekasi pada tahun anggaran 2020 lalu melebihi target yakni 107, 45 persen. “Alhamdulillah walaupun target PAD tahun 2020, sebesar Rp 2,1 triliun meksi dalam situasi pandemi.

Sedangkan realisasi sampai akhir 2020 lalu. Tercapai Rp. 2,3 triliun atau melebihi target jika dipresentasikan jumlahnya mencapai 107, 45 persen, “ujar Akam.

Meskipun sudah melampaui target sejumlah sektor pajak dan sektor retribusi yang berkontribusi untuk PAD masih berada di bawah target awal karena adanya pandemi Covid-19, anatara lain pajak hiburan yang ditargetkan sebesar Rp. 13,7 Miliar, Namun yang terealisasi hanya Rp. 3,5 miliar. Kemudian, pajak hotel yang di targetkan Rp. 26 milliar realisasinya Rp. 16,3 miliar.

Demikian halnya pajak restoran yang ditargetkan Rp 136 miliar , namun yang terealisasi Rp. 122 Miliar.

Sedangkan dari pajak parkir yang ditargetkan Rp. 11,5 Miliar namun yang terealisasi Rp. 8 Miliar.

Sejauh ini potensi pajak dari sektor PBB dan BPHTB memang yang paling diandalkan . Jadi disatu sisi sektor yang turun ada sektor pajak yang memenuhi target,” jelas dia.

Meskipun tahun 2021 masih kondisi pandemi Covid-19, Akan optimis pihaknya akan berkomunikasi dengan wajib pajak dan pihak terkait untuk membangun inovasi dan kolaborasi. Diantaranya dengan mendistribusikan lebih awal Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPT) serta PBB perdesaan dan perkantoran (BPP P2) kepada masyarakat.

Akam berharap, khusunya Bapenda di tahun 2021 terhadap realisasi dapat terlaksana sesuai dengan tahapan target. Kita juga melakukan berbagai upaya inovasi untuk memenuhi target tersebut, “tandasnya.

(Advertorial)

Pos terkait

Comment