Ini Kata Kabid Kab Cirebon, Terkait Viralnya Virus HIV

- Redaksi

Kamis, 16 Agustus 2018 - 14:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Nanang Ruhyana

i

Nanang Ruhyana

RJN, Cirebon– Viralnya pesan singkat di WhatsApp ini lah pesan yang beredar luas Assalamualaikum kami baru dapat laporan dari masyarakat dan bidan desa kalau di desa mekarsari dan waled asem lg beredar pemeriksaan darah lengkap 10rb dor to dor yg meriksa banci, dan jarumnya tidak diganti,  khawatir lagi tersevar virus HIV, mohon dibantu untuk disosialisasikan pd masyarakat agar lebih hati-hati.

menurut Nanang Ruhyana Kabid Penyakit Menular dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, menghimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berita yang belum tahu kebenaranya,”ungkapnya kepada rakyatjabarnews.com.

Baca Juga :  15 Ribu Jama'ah Tumpah Ruah di Acara Cirebon Bersholawat

Apalagi terkait cara penularan hiv, karena tidak semudah apa yang diberitakan.Penularan HIV tetap harus memenuhi prinsip ESSE, Kamis (16/8/2018). Nanang menambahkan jika ESSE 4 prinsip penularan HIV, yakni:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Exit. Ini berarti virus harus keluar dari tubuh orang yang terinfeksi, baik melalui hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi.

2. Survive. Untuk dapat menularkan HIV, virus harus bisa bertahan hidup di luar tubuh. Virus ini tidak bisa bertahan lama di luar tubuh. Untuk peralatan kedokteran yang dipakai dan menyentuh darah pasien positif HIV biasanya direndam dalam larutan klorin 0,5 persen virusnya akan mati.

Baca Juga :  Permudah Pelayanan, Imigrasi Kelas II Cirebon Buka Pendaftaran Via WhatsApp

3. Sufficient. Hal ini berarti jumlah virusnya harus cukup untuk dapat menginfeksi.

“Jika virusnya hanya sedikit tidak akan berpengaruh. Karena itu jangan percaya dengan orang yang menakut-nakuti ada tusuk gigi atau jarum di tempat umum yang berasal dari orang positif HIV, selain jumlah virusnya sangat sedikit, pasti virusnya juga sudah mati.

4. Enter. Berarti virusnya harus masuk ke tubuh orang lain melalui aliran darah. Hal ini berarti melalui pertukaran darah antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin atau menyusui, hubungan seksual, baik anal atau vaginal, serta alat tusuk tidak steril yang menembus kulit.

Baca Juga :  Mapala Gunati Gandeng Polariud dan Basarnas Cirebon

Sedangkan menurut Tokoh Masyarakat Cirebon Timur, Drs. Adang Juhandi meminta pada tenaga medis di Desa (Red.Bidan) berhati hati dalam mengeluarkan statement tentang penularan HIV (AIDS) karena sangat meresahkan masyarakat dan bisa terkena UU ITE. Saat ditemui di komplek niaga bambu Sungai Ciberes Waled.

“Inikan sudah menyebar luas (Red.Viral) klo tidak benar maka ini hoax atau menambah resah masyarakat dan ini bisa kena UU ITE, “pungkasnya.(ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!
Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur
Gunung Kuda Kembali Bergemuruh, Tim SAR Nyaris Jadi Korban Longsor Susulan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WIB

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:06 WIB

JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan

Berita Terbaru

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memberikan keterangan kepada awak media didampingi jajaran Pemerintah Kota Bekasi terkait capaian Kota Bekasi dalam Indeks Inovasi Daerah (IID) 2025, Senin (7/9/2026). Kota Bekasi menempati peringkat keenam nasional dengan skor 94,43.

Pemerintahan

Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia

Senin, 7 Sep 2026 - 16:35 WIB