Harga Cabai Meroket, Pelaku Usaha Kuliner di Majalengka Kelabakan

- Redaksi

Jumat, 5 Juli 2019 - 03:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Majalengka – Harga komoditas cabai melambung tinggi di Kabupaten Majalengka. Seperti terpantau di Pasar Cigasong, Kecamatan Majalengka, harga cabai domba atau rawit besar mencapai Rp80.000/kg. Sedangkan untuk cabai merah dijual Rp70.000/kg.

Kenaikan harga cabai di disebabkan pasokan dari petani sangat minim dikarenakan musim panen sudah usai. Sehingga harga tak terkendali ditambah banyak petani memutuskan tidak menanam cabai karena saat ini sedang musim kemarau.

Baca Juga :  Mantap, APBD Kabupaten Bekasi Tahun 2024 Naik Sebesar Rp. 7,370 Triliun

Selain itu sebagian petani yang akan memanen mengaku tak bisa menjual cabai karena kualitasnya yang buruk akibat diserang hama dan kekurangan air. Akibat kemarau berkepanjangan membuat daun pohon cabai menjadi layu dan mengering.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah susah air, ditambah lagi serangan hama yang membuat cabai muda busuk,” ungkap Ina, salah seorang petani di Desa Sangiang, Kecamatan Talaga.

Baca Juga :  Sebuah Ruko di Bekasi Ludes Terbakar, Ini Motifnya

Di sisi lain, para petani merasa ‘dongkol’ karena saat mereka memanen cabai dengan kualitas bagus justru harga di pasaran anjlok hingga Rp7.000/kg.

Kenaikan harga cabai, tentunya cukup berdampak terhadap para pelaku usaha kuliner. Terutama tempat kuliner yang menyajikan menu pedas sebagai andalannya.

Seperti yang dirasakan Ade Nurjanah, yang berjualan sambal cumi dan menu makanan pedas lainnya. Ade mengaku, terpaksa mengurangi produksinya karena modal produksi tidak sebanding dengan harga jual.

Baca Juga :  Detasemen Anti Teror Lakukan Penangkapan Terduga Teroris

“Kita close order dulu karena harga-harga lagi mahal-mahalnya,” ujar pengusaha yang menjual makanannya scara online tersebut.

Hal sama juga dirasakan dan dikeluhkan oleh para pengusaha warteg atau rumah makan. Mereka terpaksa harus menaikan harga jual untuk menutupi biaya belanja. 

(kii/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ
SPMB 2026 Kota Bekasi, Pemkot Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah
Ketua DPRD Kota Bekasi Dukung Program Literasi Digital JMSI Bekasi Raya
HBH Lamahu Bekasi Pererat Harmoni Budaya di CFD
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:59 WIB

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:40 WIB

Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Senin, 25 Mei 2026 - 09:37 WIB

Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ

Berita Terbaru