Dua Pengembang Raksasa Membuat Perusahaan Gabungan

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Dua pengembang raksasa di Indonesia, PT Jababeka Tbk dan PT PP Properti Tbk telah membuat perusahaan gabungan atau joint venture dengan nama PT Jababeka PP Properti sejak Februari 2016 lalu. Perusahaan tersebut mengembangkan lahan di Kawasan Industri Jababeka seluas 2,5 hektar dengan membangun hunian berkonsep green living untuk memenuhi para pekerja yang berada di Kawasan Industri Jababeka dan sekitarnya yaitu Apartemen Riverview Residence.

Riverview Residence memiliki 4 tower yang menjadikan apartemen ini sebagai oase di tengah kawasan industri. Tower Mahakam yang sudah ditawarkan semenjak bulan Januari lalu, kini pemasaranya telah mencapai 90%. Pembangunan Tower Mahakam ini dimulai sejak Januari 2017 lalu dan telah memasuki tahap topping off pada tanggal 28 Oktober kemarin. Sedangkan untuk serah terima unit kepada konsumen akan dilaksanakan mulai bulan Desember 2018 tahun depan.

Sementara, untuk Tower Bengawan yang merupakan tower kedua dari Riverview Residence rencananya akan mulai dibangun pada pertengahan tahun 2018 mendatang. Tower Bengawan memiliki 784 unit hunian yang terdiri dari 798 unit studio dan 76 unit dengan dua kamar tidur.

Mengusung tagline ‘The New Executive Living’ tower ini diharapkan menjadi hunian yang memenuhi kebutuhan bagi para pekerja di Kawasan Industri Jababeka.

Menurut Rony Sinaga selaku Marketing Manager Revierview Residence, progres penjualan stuck di bulan Maret tahun ini, dan sekarang sudah sampai 15% dari total unit.

“Totalnya ada 872 unit,” jelasnya saat ditemui awak media, Sabtu (25/11) di Warung Tekko Kalimalang Jln. KH Noer Ali (Kalimalang Bekasi) samping RS Global Awal Bros.

Dia menjelaskan, perusahaan kerap gathering setiap 2 kali sebulan, dan open house tiap Minggu. Dia menambhakan kalau hari ini gathering tapi tetep ada open house.

“Untuk Tower pertama, Mahakam, stuck jualan tahun 2016 awal. Tahun ini di bulan Maret sudah sold sebanyak 90%,” tuturnya.

Rony menambahkan, pasar yang diambil di Mahakam adalah middle, di mana pihkanya mengikuti program pemerintah, yakni rumah 4 lantai. Pasar ini mengambil segmen end user. Sedangkan untuk Tower kedua dinaikkan stratanya, menjadi middle up, karena harganya 260-an ke atas. Targetnya adalah supervisor ke atas dan investor.

“Karena target market kita di Jababeka, satu-satunya wilayah industri, dan pekerjanya dari luar wilayah. Inilah yg kita tawarkan kepada investornya,” jelasnya.(Ziz/RJN)

Comment