RakyatJabarNews.com, Cirebon – Dalam rangka menjadikan Kota Cirebon sebagai ikon wisata halal dan religi, Dewan Masjid Indonesia menggelar Simposium Wisata Religi Berbasis Masjid di Keraton Kesepuhan Kota Cirebon, Sabtu (5/5). Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Komjen. Pol. Drs. H. Syafruddin, M.Si selaku Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia.
“Cirebon akan kita jadikan ikon wisata halal dan religi. Fokusnya adalah wisata religi berbasis masjid,” jelasnya yang juga menjabat sebagai Wakapolri ini.
Dia melanjutkan, ada sekitar 20 masjid yang sudah berdiri sejak masa Kerajaan Islam di Cirebon, yang akan disinkronisasi. Sehingga, nantinya akan menarik bagi masyarakat untuk mengetahui sejarah panjang peradaban Islam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tugas dewan masjid adalah memfasilitasi bagi umat Islam yang akan mengadakan ibadah, lalu akan kami perluas hingga menjadi tujuan wisata religi. Karena, masjid Indonesia dibangun swadaya oleh masyarakat,” terangnya.
Sedangkan menurut Sultan Keraton Kesepuhan P.R.A. Arief Natadiningrat, S.E, merupakan suatu kehormatan bagi warga, pemerintah Kota Cirebon, dan Kesultanan Cirebon, karena diadakannya simposium wisata religi berbasis masjid di Keraton Kesepuhan.
“Terima kasih karena kita telah diberi kehormatan menjadi tuan rumah,” terangnya.
Sultan menjelaskan, masjid dijadikan bukan hanya tempat ibadah saja, tapi juga menjadi destinasi wisata religi dan halal. Sehingga, bisa meningkatkan perekonomian bagi warga sekitar. Ini bisa menjadi potensi terhadap pertumbuhan pariwisata di Kota Cirebon sendiri.
“Kami mohon dukungan dewan masjid untuk mengangkat dan mempromosikan wisata di Cirebon,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir juga beberapa stakeholder seperti Deputi Kementrian Pariwisata, Kapolres Cirebon Kota, Kapolres Cirebon, Pj Walikota Cirebon, Plt Bupati Cirebon, serta beberapa undangan lainnya.(Juf/RJN)









