Iwan menjelaskan bahwa pembangunan turap tersebut secara signifikan mengurangi potensi banjir yang selama ini mengganggu aktivitas warga. Pemerintah desa pun melibatkan unsur masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan, termasuk para ketua RT, RW, dan kepala dusun.
“Beberapa warga juga ikut serta langsung dalam pengerjaan proyek. Ini membangun rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap hasil pembangunan,” tambahnya.
Salah satu program yang turut direalisasikan di Desa Sukadami adalah perbaikan 50 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu). Menurut Iwan, bantuan ini memberikan dampak besar bagi masyarakat, baik yang tinggal di kawasan kampung maupun di wilayah perumahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk memastikan kualitas hasil pekerjaan, pemerintah desa secara aktif mengawasi jalannya pembangunan. Penyesuaian teknis pun dilakukan, seperti desain turap yang disesuaikan dengan kontur tanah sekitar agar lebih kuat dan tahan lama.
Tak hanya fokus pada infrastruktur dasar, pembangunan sarana olahraga juga menjadi perhatian penting. Saat ini, hampir 90 persen fasilitas sosial dan umum (fasos dan fasum) di kawasan perumahan telah dilengkapi dengan lapangan olahraga seperti bulu tangkis dan voli.
“Pembangunan sarana olahraga ini penting untuk mendorong aktivitas positif di masyarakat, terutama bagi generasi muda,” kata Iwan.
Selain pembangunan fisik, pemerintah desa juga aktif mengedukasi warga terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan melarang keras pembuangan sampah ke aliran kali, sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam merawat hasil pembangunan.
Ke depan, Iwan berharap agar pembangunan infrastruktur di Desa Sukadami terus ditingkatkan. Beberapa usulan prioritas meliputi pembangunan stadion mini desa serta perbaikan jembatan di atas Kali Cikadu yang selama ini menjadi hambatan aliran air.
“Kami optimistis, dengan sinergi antara pemerintah kabupaten dan masyarakat, pembangunan akan terus berlanjut dan memberi manfaat nyata bagi warga,” tutupnya. (*)
Halaman : 1 2









